Ketua DPRD Gorontalo Utara Ajak Warga Jaga Persatuan Bangsa, Hindari Anarkisme di Medsos

Ketua DPRD Gorontalo Utara Dedy Dunggio mengimbau masyarakat untuk menjaga persatuan bangsa dan bijak bermedia sosial demi menghindari provokasi anarkis.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ketua DPRD Gorontalo Utara Ajak Warga Jaga Persatuan Bangsa, Hindari Anarkisme di Medsos
Ketua DPRD Gorontalo Utara Dedy Dunggio mengimbau masyarakat untuk menjaga persatuan bangsa dan bijak bermedia sosial demi menghindari provokasi anarkis. Apa saja pesannya? (Merdeka.com)

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara, Dedy Dunggio, secara tegas menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Gorontalo Utara, untuk senantiasa menjaga persatuan bangsa. Imbauan penting ini disampaikan Dedy melalui sebuah video singkat yang diunggah pada akun media sosial pribadinya, Minggu (31/8). Pesan ini bertujuan untuk membentengi masyarakat dari berbagai potensi perpecahan.

Dalam pesannya, Dedy Dunggio menekankan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh ajakan atau hasutan yang dapat mengarah pada tindakan anarkis. Beliau mengingatkan bahwa tindakan semacam itu tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga berdampak buruk bagi keluarga serta masa depan bangsa. Seruan ini menjadi pengingat penting akan tanggung jawab kolektif dalam menjaga stabilitas.

Selain itu, Dedy juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menggunakan media sosial dengan bijak dan bertanggung jawab. Langkah ini dinilai krusial sebagai upaya preventif terhadap penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya, yang seringkali menjadi pemicu konflik. Masyarakat pesisir utara Provinsi Gorontalo juga diminta untuk selalu waspada terhadap kelompok-kelompok yang berupaya menciptakan kericuhan, perusakan, atau tindakan melawan hukum.

Pentingnya Menjaga Persatuan Bangsa di Era Digital

Dalam konteks era digital yang serba cepat, Ketua DPRD Gorontalo Utara Dedy Dunggio secara khusus menyoroti bahaya penyebaran hoaks dan provokasi melalui media sosial. Beliau menggarisbawahi bahwa informasi yang tidak terverifikasi dapat dengan mudah memecah belah masyarakat dan memicu konflik. Oleh karena itu, literasi digital dan sikap kritis menjadi sangat penting bagi setiap individu.

Dedy juga mengingatkan bahwa tindakan anarkis, baik yang dipicu oleh provokasi daring maupun luring, memiliki konsekuensi jangka panjang yang merugikan. Kerugian tersebut tidak hanya menimpa individu yang terlibat, tetapi juga merusak tatanan sosial dan menghambat pembangunan daerah. Masyarakat diajak untuk berpikir jernih dan tidak terburu-buru dalam menanggapi isu-isu sensitif.

Pesan untuk menjaga persatuan bangsa ini merupakan fondasi utama bagi terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif. Dedy Dunggio mengajak seluruh warga Gorontalo Utara untuk bersama-sama menciptakan suasana yang harmonis, di mana perbedaan dapat disikapi dengan toleransi dan saling pengertian. Kolaborasi antarwarga menjadi kunci dalam mewujudkan visi ini.

Kondusivitas Wilayah dan Peran Aktif Anggota Dewan

Dari hasil pantauan di lapangan, situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Gorontalo Utara terpantau sangat kondusif, dengan aktivitas warga yang berlangsung normal tanpa gangguan berarti. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban umum sudah cukup tinggi. Kondisi ini menjadi modal penting bagi kelangsungan pembangunan daerah.

Di sisi lain, para anggota DPRD setempat juga terpantau aktif dalam menjalankan tugasnya, termasuk menggelar reses masa sidang ketiga tahun sidang pertama 2024 hingga 2025. Kegiatan reses ini berlangsung mulai tanggal 26 hingga 31 Agustus 2025, di mana setiap anggota turun langsung ke daerah pemilihan masing-masing. Reses merupakan agenda penting untuk menyerap aspirasi dan masukan dari masyarakat secara langsung.

Beberapa anggota dewan yang terlihat aktif dalam kegiatan reses ini antara lain anggota Komisi I DPRD Gorontalo Utara, Hendra Nurdin, yang menggelar reses di Kecamatan Kwandang. Hal serupa juga dilakukan oleh anggota Komisi II DPRD, Fitri Yusup Husain, di kecamatan yang sama. Sementara itu, anggota Komisi III DPRD, Windra Lagarusu, memilih Kecamatan Anggrek sebagai lokasi resesnya. Kegiatan ini menunjukkan komitmen para wakil rakyat dalam mendekatkan diri dengan konstituen dan memahami permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi