Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Jawa Tengah mengungkapkan bahwa saat ini provinsi tersebut memiliki setidaknya 541 Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya). Program ini merupakan pengembangan signifikan dari tempat penitipan anak (TPA) konvensional yang tersebar di berbagai wilayah.
Kepala Perwakilan BKKBN Jateng, Eka Sulistia Ediningsih, menjelaskan bahwa ratusan Tamasya ini dirancang untuk memberikan layanan pengasuhan yang lebih komprehensif. Hal ini disampaikan di sela acara "Apresiasi Pengelola Program Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan Tamasya" di Semarang.
Tamasya tidak hanya berfungsi sebagai tempat penitipan, tetapi juga berfokus pada empat layanan utama. Layanan tersebut meliputi memastikan kualitas pengasuh di daycare, memperkuat peran keluarga dalam pengasuhan anak, pemantauan tumbuh kembang anak, serta penyediaan layanan rujukan yang diperlukan.
Advertisement
Advertisement
Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) merupakan inisiatif penting yang dikembangkan dari konsep tempat penitipan anak (TPA) yang sudah ada. Menurut Eka Sulistia Ediningsih, jika sebelumnya TPA hanya sekadar menitipkan anak, Tamasya kini memberikan stimulasi tumbuh kembang yang terencana.
Program ini memiliki empat pilar layanan utama yang menjadi fokus. Pilar-pilar tersebut mencakup peningkatan kualitas pengasuh, penguatan peran aktif keluarga dalam pengasuhan, pemantauan rutin terhadap tumbuh kembang anak, dan penyediaan rujukan medis atau psikologis jika diperlukan.
BKKBN menetapkan standarisasi khusus agar TPA dapat ditingkatkan menjadi Tamasya. Standarisasi ini meliputi aspek pengasuh yang berkualitas hingga pelaksanaan kegiatan yang terstruktur. Dengan demikian, TPA yang memenuhi kriteria dapat bertransformasi menjadi Tamasya yang lebih holistik.
Advertisement
Eka Sulistia Ediningsih menambahkan, "Kalau kemarin mungkin di TPA itu sekedar dititipkan anaknya, di Tamasya sudah mulai ada stimulasi tumbuh kembang, pemantauan tumbuh kembang anak, kemudian juga edukasi terhadap orang tua yang menitipkan anaknya." Hal ini menunjukkan perbedaan mendasar dalam pendekatan pengasuhan.
Advertisement
Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) tidak dapat berjalan sendiri, melainkan memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak. BKKBN Perwakilan Jawa Tengah secara aktif menjalin kerja sama dengan perusahaan dan pemerintah daerah, seperti yang telah dilakukan di Boyolali.
Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Jateng, Nawal Arafah Yasin, mendorong agar layanan pengasuhan dalam program Tamasya dapat membantu meningkatkan partisipasi anak usia 0-6 tahun untuk belajar di satuan PAUD. Peningkatan ini sangat krusial mengingat angka partisipasi kasar (APK) PAUD di Jateng pada 2024 hanya mencapai 47,65 persen.
Nawal Arafah Yasin juga menyoroti bahwa jumlah anak usia 0-6 tahun yang terlayani PAUD di Jawa Tengah saat ini baru sekitar 14 persen. Angka ini menunjukkan masih banyak anak yang belum mendapatkan akses pendidikan usia dini yang memadai.
Advertisement
Advertisement
Menghadapi rendahnya angka partisipasi PAUD, Nawal Arafah Yasin mendorong pembentukan PAUD Berbasis Masyarakat untuk Generasi Emas (PAUD Emas). Inisiatif ini diharapkan menjadi solusi atas belum meratanya akses dan layanan pendidikan jenjang PAUD di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Istri Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen tersebut berharap layanan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) dapat diintegrasikan dengan program PAUD Emas. Kekuatan utama PAUD Emas terletak pada swadaya masyarakat dalam menghadirkan layanan pendidikan bagi anak-anak usia dini.
Nawal menjelaskan, "Yang bisa dilakukan, kami berkolaborasi dengan BKKBN dengan Tamasya, kemudian kita membentuk PAUD-PAUD Emas yang terintegrasi dengan Posyandu, dan ini diharapkan bisa meningkatkan layanan PAUD di Jateng." Integrasi ini diharapkan menciptakan ekosistem pengasuhan dan pendidikan yang lebih kuat.
Advertisement
Berdasarkan data, saat ini Jawa Tengah memiliki 32.684 unit PAUD, terdiri dari 19.264 taman kanak-kanak (TK), 10.112 kelompok bermain (KB), 552 TPA, dan 2.756 satuan PAUD sejenis. Dengan 57.208 guru PAUD dan 911.218 murid, keterlibatan aktif semua elemen diharapkan dapat meningkatkan partisipasi anak dalam PAUD.
Sumber: AntaraNews