Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, secara lugas mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menangguhkan keanggotaan Israel. Desakan ini disampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab-Islam yang berlangsung di Doha, Qatar, pada Senin, 16 September.
Dalam pidatonya, Sharif juga menyerukan pembentukan koalisi Arab-Islam yang kuat. Tujuannya adalah untuk menggagalkan "rancangan ekspansionis" yang dilakukan oleh Zionis Israel di wilayah tersebut, yang dianggap mengancam stabilitas regional.
Langkah tegas dari Pakistan ini muncul sebagai respons terhadap agresi Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza serta serangan provokatif di Doha. Seruan ini menyoroti keprihatinan mendalam atas pelanggaran kedaulatan dan krisis kemanusiaan yang terjadi.
Advertisement
Advertisement
Desakan Penangguhan Keanggotaan dan Agresi Israel
Sharif menegaskan bahwa serangan Israel terhadap Doha pada 9 September bukanlah insiden terisolasi, melainkan cerminan dari "ambisi hegemoni" Zionis Israel. Serangan tersebut secara jelas bertujuan untuk menyabotase upaya perdamaian di Timur Tengah, menurut pernyataan Pakistan.
Pakistan mengecam keras tindakan Israel yang "melanggar" kedaulatan dan kesatuan wilayah Qatar. "Pakistan mengecam keras serangan gegabah dan provokatif Israel terhadap Doha pada 9 September yang jelas-jelas bertujuan untuk menyabotase upaya perdamaian di Timur Tengah," kata Sharif.
Lebih lanjut, PM Pakistan menyoroti dampak devastasi di Gaza akibat operasi militer Israel. "Kampanye genosida oleh Israel telah menghancurleburkan Gaza hingga menjadi puing-puing. Dunia harus menanggung luka dari pembunuhan tanpa henti ini yang terukir di pedang kemanusiaan," ucap PM Pakistan, menggambarkan skala kehancuran yang terjadi.
Advertisement
Untuk menghadapi situasi ini, Sharif menyerukan pembentukan koalisi Arab-Islam. Koalisi ini diharapkan dapat mengadopsi langkah-langkah efektif guna mencegah rancangan ekspansionis Israel. Desakan penangguhan keanggotaan Israel di PBB juga disuarakan kembali oleh Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Advertisement
Tuntutan Mendesak kepada Dewan Keamanan PBB
Selain desakan penangguhan keanggotaan, Pakistan juga mengajukan tuntutan spesifik kepada Dewan Keamanan PBB. Tuntutan ini didasarkan pada Bab VII Piagam PBB, yang memungkinkan tindakan paksaan untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional.
"Dewan Keamanan PBB harus segera mendesak Israel, dengan dasar Bab VII Piagam PBB, supaya melakukan gencatan senjata, pembebasan sandera, dan pertukaran tahanan Palestina dengan segera, tanpa syarat, dan permanen," kata Sharif.
Pemerintah Pakistan juga menekankan pentingnya akses kemanusiaan yang terjamin, berkelanjutan, dan aman bagi warga sipil di Jalur Gaza. Perlindungan penuh harus diberikan kepada seluruh relawan kemanusiaan, staf medis, dan jurnalis yang beroperasi di wilayah konflik.
Advertisement
Tuntutan ini bertujuan untuk meringankan penderitaan warga Gaza dan memastikan bantuan vital dapat mencapai mereka yang membutuhkan. Pakistan berulang kali menegaskan bahwa komunitas internasional memiliki tanggung jawab untuk bertindak dalam krisis ini.
Advertisement
Visi Solusi Dua Negara untuk Perdamaian Abadi
Dalam pidatonya, PM Pakistan Shehbaz Sharif juga menggarisbawahi pentingnya mencapai solusi jangka panjang untuk konflik Israel-Palestina. Solusi ini harus adil, menyeluruh, dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak.
"Kita harus mencapai solusi dua negara yang adil, menyeluruh, dan berkelanjutan dengan mewujudkan negara Palestina yang merdeka dengan garis perbatasan pra-1967," ucap dia.
Solusi dua negara ini melibatkan pembentukan negara Palestina yang berdaulat dan merdeka, berdampingan dengan Israel. Batas-batas negara Palestina yang dimaksud adalah yang ada sebelum perang tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Advertisement
Visi ini dianggap sebagai satu-satunya jalan realistis menuju perdamaian abadi di Timur Tengah. Pakistan percaya bahwa pengakuan atas hak-hak dasar rakyat Palestina adalah kunci untuk mengakhiri siklus kekerasan dan ketidakstabilan di kawasan tersebut.
Sumber: AntaraNews