Fakta Anggaran Rp3 Miliar: Pemprov Papua Pegunungan Siapkan Makanan Tambahan Balita, Cegah Stunting!
Pemprov Papua Pegunungan menganggarkan Rp3 miliar untuk program makanan tambahan balita, mengganti biskuit dengan susu formula. Anggaran ini turun dari tahun sebelumnya, bagaimana distribusinya dan apa tujuannya?
Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan (Papeg) menunjukkan komitmen serius dalam mengatasi masalah gizi buruk. Melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB), mereka mengalokasikan dana besar. Anggaran Rp3 miliar disiapkan khusus untuk program makanan tambahan balita.
Program ini bertujuan utama untuk mencegah gizi buruk serta stunting, atau pertumbuhan lambat, di delapan kabupaten wilayah Papeg. Inisiatif penting ini merupakan kelanjutan dari upaya serupa yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Fokus utamanya adalah memastikan asupan gizi yang cukup bagi anak-anak.
Kepala Dinkes P2KB Papeg, Isak Yikwa, menjelaskan adanya perubahan signifikan dalam jenis makanan tambahan. Jika tahun lalu berupa biskuit kesehatan, kini diganti dengan susu formula. Proses pengadaan dan distribusi sedang berlangsung, menunggu permintaan dari masing-masing kabupaten.
Perubahan Fokus dan Anggaran Program Makanan Tambahan Balita
Perubahan substansial terjadi pada jenis makanan tambahan yang disediakan oleh Pemprov Papua Pegunungan. Jika sebelumnya balita menerima biskuit kesehatan, kini fokus beralih ke pemberian susu formula. Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi kebutuhan gizi anak-anak di wilayah tersebut dan disesuaikan dengan rekomendasi kesehatan terbaru.
Isak Yikwa menyampaikan bahwa anggaran untuk program makanan tambahan balita tahun ini mengalami penurunan. Pada tahun 2024, dana yang dialokasikan sebesar Rp3 miliar. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp5 miliar, yang dialokasikan untuk cakupan wilayah yang sama.
Meskipun ada penyesuaian anggaran, tujuan utama program tetap sama, yakni memastikan setiap balita mendapatkan asupan gizi yang memadai. Hal ini krusial untuk mendukung tumbuh kembang optimal dan mencegah masalah kesehatan jangka panjang. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi kesehatan daerah.
Strategi Distribusi dan Harapan Efektivitas Program
Dinkes P2KB Papua Pegunungan menerapkan strategi distribusi yang berbeda untuk makanan tambahan balita tahun ini. Pihaknya tidak akan langsung mendistribusikan susu formula ke delapan kabupaten. Sebaliknya, mereka menunggu adanya permintaan resmi dari pemerintah daerah setempat sebelum pengiriman dilakukan.
Susu formula yang telah dianggarkan akan disediakan sebagai stok di tingkat provinsi. Ketika ada permintaan dari kabupaten, barulah proses pengiriman akan dilakukan secara bertahap. Metode ini diharapkan dapat memastikan pemanfaatan makanan tambahan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan aktual di lapangan.
Saat ini, tahapan proses pelelangan untuk pengadaan makanan tambahan tersebut sedang berlangsung. Proses ini melibatkan pihak ketiga yang bertanggung jawab atas penyediaan susu formula dalam jumlah besar. Pihak Dinkes P2KB berharap proses lelang dapat berjalan cepat dan lancar sesuai jadwal yang ditetapkan.
Isak Yikwa menekankan pentingnya program makanan tambahan bagi balita ini. Tujuannya adalah memberikan asupan gizi yang cukup secara berkelanjutan kepada generasi muda. Dengan demikian, risiko gizi buruk dan stunting pada anak-anak di Papua Pegunungan dapat diminimalisir secara signifikan demi masa depan yang lebih baik.
Sumber: AntaraNews