Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat dan PT PLN Nusantara Power Services Unit Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Flores telah resmi menjalin kolaborasi strategis. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penanganan dan penanggulangan potensi bencana kebakaran di wilayah Labuan Bajo. Langkah ini diambil sebagai respons proaktif terhadap ancaman kebakaran yang kerap terjadi di daerah tersebut.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Manggarai Barat dan PT PLN Nusantara Power Services Unit PLTMG Flores. PKS ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah disepakati sebelumnya oleh kedua belah pihak. Penandatanganan PKS ini menjadi tonggak penting dalam upaya mitigasi risiko kebakaran.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Manggarai Barat, Yeremias Ontong, menyatakan bahwa sinergi ini sangat penting. Tujuannya adalah untuk secara bersama-sama menanggulangi serta memitigasi potensi kebakaran yang ada di Manggarai Barat, khususnya di kawasan Labuan Bajo. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat dan aset.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Strategis Pemkab dan PLN untuk Labuan Bajo
Yeremias Ontong menilai bahwa kerja sama antara Pemkab Manggarai Barat dan PLN ini memiliki nilai strategis yang tinggi. Kedua instansi kini dapat lebih efektif dalam memperkenalkan sinergi pelayanan penanggulangan kebakaran. Proses ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari upaya pencegahan kebakaran hingga evakuasi korban terdampak di wilayah tersebut.
Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini berfungsi sebagai pedoman utama bagi semua pihak yang terlibat dalam upaya penanggulangan kebakaran di Manggarai Barat. Secara khusus, PKS ini juga berlaku untuk area PLTMG Flores. Selain itu, perjanjian ini mengatur penyediaan bantuan pelayanan penanggulangan kebakaran.
Bantuan pelayanan tersebut meliputi berbagai aspek krusial seperti pencegahan, pengendalian, dan pemadaman api. Tidak hanya itu, PKS juga mencakup kegiatan penyelamatan dalam peristiwa kebakaran yang terjadi di Manggarai Barat. Fokus utamanya adalah pada fasilitas PLTMG Flores, yang merupakan aset vital di daerah tersebut.
Advertisement
Yeremias Ontong menekankan, "PKS ini sebagai pedoman bagi para pihak dalam penanggulangan kebakaran di Manggarai Barat dan secara khusus di PLTMG Flores serta penyediaan bantuan pelayanan penanggulangan kebakaran berupa pencegahan, pengendalian, pemadaman, penyelamatan dalam peristiwa kebakaran di Manggarai Barat, khususnya pada PLTMG Flores."
Advertisement
Optimisme dan Dukungan Peningkatan Layanan Pemadam Kebakaran
Dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan sarana prasarana yang dimiliki oleh Pemkab Manggarai Barat serta PT PLN Unit PLTMG Flores, Yeremias Ontong menyatakan optimisme tinggi. Ia yakin bahwa peristiwa kebakaran di daerah tersebut dapat ditangani dengan jauh lebih baik dan efisien di masa mendatang. Koordinasi yang kuat menjadi kunci keberhasilan.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Manggarai Barat juga bersinergi erat dengan semua unit pemadam kebakaran (damkar) lainnya. Kolaborasi ini memastikan respons cepat dan terkoordinasi saat terjadi insiden kebakaran. Yeremias berharap PKS ini juga membawa keuntungan lain bagi Pemkab Manggarai Barat, mengingat PLN adalah perusahaan besar.
"Kami bersinergi dengan semua unit pemadam kebakaran (damkar), sehingga saat ada kebakaran kita bisa melakukan kolaborasi dan kami berharap dengan PKS ini Pemkab Manggarai Barat juga mendapatkan keuntungan lain karena PT PLN ini perusahaan besar, tentu ada hal-hal lain yang bisa dibagikan entah itu teknologi atau lainnya," ujar Yeremias.
Advertisement
Dukungan terhadap peningkatan layanan pemadaman kebakaran di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo juga datang dari berbagai pihak. Sejumlah pelaku pariwisata, misalnya, telah memberikan bantuan berupa alat pelindung diri bagi petugas damkar. Hal ini menunjukkan kepedulian bersama terhadap keselamatan di Labuan Bajo.
Unit Damkar Satuan Polisi Pamong Praja saat ini memiliki dua unit mobil damkar dan satu unit mobil penyuplai air. Peralatan ini menjadi tulang punggung dalam operasi pemadaman. Data menunjukkan bahwa dari Januari hingga September tahun ini, tercatat 18 kasus kebakaran terjadi di dua kecamatan.
Secara rinci, 17 kasus kebakaran terjadi di Kecamatan Komodo, yang merupakan pusat aktivitas di Labuan Bajo. Sementara itu, satu kasus kebakaran lainnya tercatat di Kecamatan Boleng. Data ini menunjukkan urgensi kolaborasi dan peningkatan kapasitas Penanganan Kebakaran Labuan Bajo.
Advertisement
Sumber: AntaraNews