Fahri Hamzah minta harga diturunkan agar masyarakat khusyuk ibadah
Merdeka.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan dalam menghadapi sejumlah momentum penting tahunan seperti lebaran dan natal, pemerintah harus bersikap antisipatif dalam upaya memenuhi ketersediaan bahan pangan.
Sejumlah upaya harus dilakukan pemerintah agar kebutuhan masyarakat terpenuhi, bahkan termasuk jika harus melakukan impor bahan pangan guna memenuhi kebutuhan dalam negeri.
"Sebetulnya, tugas negara itu yang paling penting menghindari apa yang rutin. Kalau soal harga (pangan) dengan lebaran dan natal, maka negara harus antisipatif mengenai bahan pokoknya, bahkan termasuk impor," ujar Fahri di DPR RI Senayan, Selasa (7/6).
"Validasi data (kebutuhan dan ketersediaan), jangan korbankan konsumen," ujarnya menambahkan.
Fahri mengingatkan bahwa upaya negara dalam pemenuhan kebutuhan bahan pangan bagi masyarakat dalam momentum seperti ramadan dan lebaran saat ini, jangan sampai mengorbankan salah satu pihak antara produsen dan konsumen.
Dirinya juga menekankan pentingnya stabilitas ekonomi dalam momen-momen semacam ini, agar masyarakat bisa fokus beribadah, tanpa harus dikhawatirkan kebutuhan pangan yang kian melambung menjelang hari raya.
"Jangan menyelamatkan konsumen tapi mengorbankan produsen. Faktanya dilema itu terjadi, maka kapasitas negaranya lah yang kurang baik. Jadi Kementerian Pertanian, Perdagangan, kurang kompeten," ujar Fahri.
"Jangan sampai harga melambung, agar masyarakat bisa khusyuk beribadah dengan harga yang lebih murah. Ramadan itu adalah keberkahan, saat ramadan (harga) harusnya turun. Harusnya pemerintah membantu masyarakat," pungkasnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya