Fadli Zon nilai pembentukan komando gabungan anti terorisme belum diperlukan

Rabu, 16 Mei 2018 22:48 Reporter : Sania Mashabi
Penangkapan teroris di Tangerang. ©2018 Merdeka.com/Istimewa

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan sampai saat belum diperlukan adanya Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) untuk mengatasi terorisme. Hal itu, dia katakan menanggapi pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (purn) Moeldoko yang mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tertarik untuk menghidupkan Koopssusgab.

"Kalau menurut saya tidak mendesak ya karena kita kan ada yang ahli-ahli artinya di Brimob, ada ahlinya di BNPT, ada ahlinya di kopassus ada," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5).

Menurutnya saat ini banyak instansi yang terbilang kuat untuk memberantas terorisme. Salah satunya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang anggotanya terdiri dari TNI dan Polri.

"Badan Nasional Penaggulangan Terorisme nah di situ ada TNI ada Polri. Itu menurut saya diperkuat, diperjelas, dan saya kira juga kepemimpinan ini juga cukup bagus ya cukup akomodatif kondusif ya Pak Suhardi Alius," ungkapnya.

Selain itu, dia beranggapan adanya Koopssusgab belum diperlukan karena dikhawatirkan melebihi kewenangan.

"Jadi saya kira itu aja dipertahankan tidak perlu dipertahankan tidak perlu membentuk badan-badan baru yang tidak perlu nanti malah menimbulkan overlap (melebihi kewenangan)," ucapnya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini