Euforia Piala Dunia 2026 Diprediksi Membludak, TVRI Siap Hadirkan 'Bola Gembira'
Antusiasme masyarakat terhadap Euforia Piala Dunia 2026 diproyeksikan melampaui perhelatan sebelumnya, dengan TVRI menyiapkan strategi penyiaran 'Bola Gembira' yang inklusif dan berdampak ekonomi.
Euforia masyarakat dalam menyambut Piala Dunia 2026 diprediksi akan jauh lebih besar dibandingkan perhelatan sebelumnya. Hal ini disampaikan oleh Kepala Redaksi Piala Dunia TVRI, Usman Kansong, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.
Usman Kansong menyatakan, "Euforia masyarakat akan sangat besar, bahkan lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya, dari empat tahun lalu." Peningkatan antusiasme ini didorong oleh berbagai faktor, salah satunya adalah luasnya jangkauan infrastruktur penyiaran yang dimiliki oleh TVRI.
Sebagai lembaga penyiaran publik pemerintah dan official host broadcaster Piala Dunia, TVRI mengemban tanggung jawab besar. Mereka berkomitmen untuk menghadirkan siaran yang berkualitas dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, sesuai amanat Presiden Prabowo Subianto.
Jangkauan Infrastruktur TVRI Perluas Akses Siaran Piala Dunia
Peningkatan antusiasme masyarakat terhadap Euforia Piala Dunia 2026 tidak lepas dari peran strategis TVRI. Usman Kansong menjelaskan bahwa luasnya jangkauan infrastruktur penyiaran TVRI menjadi faktor utama. Dengan 188 pemancar serta 34 stasiun daerah yang tersebar di berbagai wilayah provinsi, TVRI mampu menjangkau pelosok negeri.
Kondisi ini memberikan kesempatan yang lebih merata bagi masyarakat untuk menikmati pertandingan. Bahkan, wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses siaran kini dapat turut serta merasakan kemeriahan Piala Dunia. TVRI memastikan bahwa siaran berkualitas dapat dinikmati tanpa terkecuali.
Sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP), TVRI memiliki mandat untuk melayani kepentingan publik, bersifat netral, independen, dan tidak komersial. Oleh karena itu, TVRI berkomitmen untuk menghadirkan tayangan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan mempersatukan bangsa.
'Bola Gembira' TVRI: Pesan Kegembiraan dan Dampak Ekonomi
Dalam penyiaran Piala Dunia 2026, TVRI mengusung tema "Bola Gembira". Usman Kansong menjelaskan bahwa tema ini memiliki makna filosofis yang mendalam, yakni menghadirkan kegembiraan kepada masyarakat. Ini sejalan dengan harapan yang diamanatkan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada TVRI.
Setidaknya, ada tiga pesan utama yang ingin disampaikan melalui tema "Bola Gembira" ini. Pertama, TVRI ingin menghadirkan kegembiraan melalui tontonan piala dunia yang berkualitas. Kedua, tayangan piala dunia di TVRI diharapkan dapat menginspirasi pesepak bola di Indonesia untuk menjadi lebih baik dan mampu berprestasi di piala dunia empat tahun ke depan.
Pesan ketiga dari tema "Bola Gembira" adalah menghasilkan efek domino secara ekonomi. Hal ini terutama ditujukan untuk usaha kecil, menengah, dan mikro (UMKM). Diharapkan, perhelatan akbar ini dapat memicu geliat ekonomi lokal dan memberikan dampak positif yang signifikan.
Partisipasi Publik Melalui Nonton Bareng yang Inklusif
Selain penyiaran langsung, TVRI juga membuka ruang partisipasi publik yang luas melalui kegiatan nonton bareng (nobar). Usman Kansong menegaskan bahwa TVRI membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyelenggarakan nobar, baik sebagai penyelenggara maupun sebagai penonton.
Melalui berbagai upaya tersebut, TVRI ingin memastikan bahwa tayangan Piala Dunia 2026 dapat dinikmati seluas-luasnya oleh masyarakat yang ada di Indonesia. Ini merupakan bentuk komitmen TVRI untuk mewujudkan siaran yang inklusif dan merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Sumber: AntaraNews