Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menekankan perlunya literasi finansial bagi atlet. Hal ini penting agar para atlet dapat memikirkan tabungan finansial untuk masa depan, terutama ketika sudah tidak aktif sebagai atlet profesional.
Penekanan ini disampaikan Erick Thohir dalam keterangan resmi di Jakarta pada Kamis (08/1). Ia membandingkan dengan atlet dari negara lain yang berhasil menabung emas untuk masa depan mereka.
Erick menambahkan bahwa Kemenpora, bersama Wakil Menteri Taufik Hidayat yang juga mantan peraih medali emas Olimpiade, akan mulai merapatkan jalur karier dan jenjang atlet. Rencana ini diharapkan dapat direalisasikan tahun depan, mengingat Kemenpora tahun ini telah memiliki 28 program.
Advertisement
Advertisement
Erick Thohir mengingatkan bahwa masa usia karier atlet tidak cukup panjang, sehingga penting bagi mereka untuk memiliki pemahaman finansial yang kuat. Bonus yang didapatkan, seperti dari SEA Games Thailand 2025, harus diinvestasikan secara bijak.
Investasi tersebut dapat diarahkan pada aset-aset, pendidikan, dan asuransi kesehatan sebagai jaminan di masa mendatang. Langkah ini bertujuan untuk memastikan stabilitas ekonomi atlet setelah mereka pensiun dari dunia olahraga kompetitif.
Pengalaman dari atlet negara lain menunjukkan bahwa perencanaan keuangan sejak dini sangat krusial. Para atlet Indonesia didorong untuk mencontoh praktik terbaik ini demi kesejahteraan jangka panjang.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan atlet dengan merencanakan dana pensiun. Dana ini akan diberikan kepada atlet dan pelatih yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Menteri Erick Thohir menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas inisiatif ini. Menurutnya, penyediaan dana pensiun merupakan bentuk apresiasi yang lebih komprehensif, bukan hanya sekadar bonus.
Kemenpora akan terus berupaya merancang program-program yang mendukung jenjang karier atlet. Hal ini mencakup tidak hanya aspek finansial, tetapi juga pengembangan profesional mereka setelah tidak lagi aktif berkompetisi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews