Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Empat Kabupaten di NTT Alami Kekeringan Ekstrem

Empat Kabupaten di NTT Alami Kekeringan Ekstrem Ilustrasi kekeringan. ©2012 Shutterstock/Leigh Prather

Merdeka.com - Hampir seluruh kabupaten di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur memasuki musim kemarau. Para petani mengeluhkan terbatasnya ketersediaan air baku yang menyebabkan lahan pertanian mengering.

Para petani ingin memanfaatkan lahan kering mereka untuk menanam palawija. Namun akibat ketersediaan air minim, petani hanya bisa pasrah sambil berpikir untuk melakukan pekerjaan lain sembari menunggu hujan.

Lahan persawahan di Oepoi, Kota Kupang, mulai terbelah. Selokan yang biasa dialiri air pun kini mengering. Bahkan ternak sapi milik petani pun dilepasliarkan untuk mencari makan sendiri, berupa rumput kering di lahan yang biasanya hijau.

Zeth Mau yang biasanya menanam palawija kini hanya bisa pasrah. Lantaran lahan yang biasa ditanami padi tidak lagi memiliki pasokan air. Sehingga dirinya terpaksa membongkar gubuknya yang biasanya dipakai untuk beristirahat ketika selesai bertani.

"Kalau air kurang begini berarti kita harus cari dimana ada sumur, saya minta kontrak baru bisa tanam sayur, selain sayur ya jagung. Yang ada hanya harap air dari lubang angin pipa tapi sangat sedikit," katanya, Kamis (25/7).

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTT, Thomas Bangke mengaku, ada sembilan kabupaten yang dilanda kekeringan. Empat diantaranya adalah Kota Kupang, Kabupaten Belu, Lembata dan Sumba Timur mengalami kekeringan ekstrem.

"Empat kabupaten yang mengalami hari tanpa hujan seratus sampai seratus enam belas hari adalah Kota Kupang seratus hari, Belu seratus hari, Lembata seratus hari dan Sumba Timur enam belas hari," jelasnya.

Menurut Thomas, pihaknya telah mengusulkan ke pemerintah pusat untuk merekayasa cuaca melalui hujan buatan. Tujuannya agar bisa diisi di embung maupun bendungan yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

"Kita dari NTT sudah usul, kalau boleh kita rekayasa cuaca melalui hujan buatan untuk mengisi embung- embung yang atau bendungan yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat, dan sudah diresmikan oleh bapak Presiden yaitu Raknamo, dan Rotiklot yang diisi oleh hujan buatan tapi itu tergantung pada potensi pembentukan awan," ujarnya.

Selain rencana rekayasa hujan buatan, dia menambahkan, pihaknya juga telah mempersiapkan peralatan memberikan bantuan air bersih bagi warga.

"Bapak gubernur sudah perintahkan seluruh bupati maupun walikota untuk mendata serta melaporkan secara detail kondisi wilayahnya yang terdampak kekeringan," tutup Thomas.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP