Ekraf Dukung Ekonomi Kreatif Otomotif, Wamen Irene Umar Dorong Kolaborasi Sub-Sektor Custom Culture
Ekraf menegaskan dukungan penuh terhadap ekonomi kreatif otomotif, mendorong kolaborasi sub-sektor custom culture melalui kegiatan seperti MaxDecal Art Party 2025 untuk potensi unik Indonesia.
Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Indonesia melalui Wakil Menteri Irene Umar menyatakan komitmennya untuk senantiasa mendukung berbagai kegiatan positif yang berakar pada kreativitas lintas industri. Dukungan ini secara spesifik diarahkan pada pengembangan sub-sektor custom culture otomotif. Sektor ini dinilai memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada ekonomi nasional. Kolaborasi strategis ini diharapkan dapat membawa inovasi dan pengakuan lebih luas bagi para kreator lokal di Tanah Air.
Salah satu wujud nyata dukungan tersebut adalah partisipasi Ekraf dalam acara MaxDecal Art Party 2025. Pesta kreativitas akbar ini menyatukan seniman dan modifikator. Acara ini berlangsung pada 6-7 Desember 2025 di Brickhall, Fatmawati, Jakarta Selatan. Lokasi tersebut menjadi platform penting bagi pelaku industri kreatif otomotif. Melalui kegiatan semacam ini, Ekraf berupaya mendorong Indonesia melampaui normalitas. Tujuannya adalah menjadi pemenang dalam segala bentuk custom.
Irene Umar percaya bahwa sektor otomotif dan ekonomi kreatif memiliki kedekatan yang sangat erat. Penggabungan keduanya akan menghasilkan dampak luar biasa. Pemerintah saat ini bertekad menghilangkan ego sektoral. Kolaborasi antara kedua sektor ini adalah langkah konkret untuk mencapai tujuan tersebut. Inisiatif ini juga bertujuan memfasilitasi kreator lokal. Mereka dapat menampilkan karya seni di pameran besar. Selain itu, inisiatif ini mendorong brand otomotif berkolaborasi lebih masif.
Mendorong Potensi Indonesia dalam Custom Culture Otomotif
Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar, menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dalam industri custom culture. Menurutnya, negara ini memiliki segalanya, mulai dari kekayaan budaya, keunikan, hingga keahlian sumber daya manusia yang mumpuni. Potensi ini perlu didorong agar Indonesia dapat bersaing dan menjadi pemenang di kancah global, khususnya dalam sub-sektor otomotif yang semakin berkembang.
Irene Umar menyoroti eratnya hubungan antara sektor otomotif dan ekonomi kreatif. Ia menyatakan pihaknya akan terus mendorong brand-brand otomotif di Indonesia untuk menampilkan karya seni dari para kreator lokal di berbagai pameran besar. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan visibilitas kreator, tetapi juga memperkaya produk otomotif dengan sentuhan seni yang unik dan personal.
Lebih lanjut, Irene juga berharap agar kreator pemilik Intellectual Property (IP) lokal dapat lebih masif dalam mengajak brand-brand otomotif untuk berkolaborasi. Pasar sepeda motor di Indonesia yang sangat besar menjadi peluang emas bagi para kreator untuk menampilkan stiker-stiker karya mereka. Konsumen sepeda motor saat ini cenderung ingin tampil unik dan tidak biasa, sehingga kolaborasi dengan kreator lokal menjadi sangat relevan.
Pentingnya Kolaborasi dan Perlindungan IP Kreator Lokal
Penggabungan dua sektor besar, yakni otomotif dan seni, diyakini akan menghasilkan dampak yang luar biasa, sejalan dengan cita-cita pemerintah untuk menghilangkan ego sektoral. Irene Umar menekankan bahwa semua pihak harus saling mendukung, sesuai dengan arahan Presiden untuk tidak lagi terjebak dalam ego sektoral. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk mencapai kemajuan bersama dan memaksimalkan potensi ekonomi kreatif.
Mengenai kolaborasi Ekraf dengan MaxDecal, Irene Umar menyoroti pentingnya melihat visi "the man behind the scene" atau pendiri di balik sebuah entitas. Dia menjelaskan bahwa sebelum melihat MaxDecal, Irene lebih dahulu melihat aktor di belakangnya. "Karena IP-nya sebagus apa atau brand-nya sebesar apapun, semua tergantung manusia penggerak di belakangnya," jelasnya. Ini menunjukkan fokus Ekraf pada individu dan talenta yang mendorong inovasi dan kreativitas.
Terkait upaya Ekraf dalam mendorong pendaftaran IP, Irene menjelaskan bahwa mendaftarkan IP adalah langkah krusial untuk memproteksi diri bagi para kreator. Ekraf hadir untuk mempermudah proses ini, mengingat proses legal sering dianggap berbelit oleh para kreator. Perlindungan IP ini sangat penting karena adanya potensi bisnis dari licensing, yang memungkinkan kreator mendapatkan pendapatan tidak hanya dari penjualan produk atau merchandise, tetapi juga dari lisensi fee.
MaxDecal Art Party 2025 sebagai Wujud Nyata Kolaborasi
MaxDecal, sebagai produsen stiker otomotif terkemuka di Indonesia, saat ini tengah menyelenggarakan MaxDecal Art Party 2025, sebuah pesta kreativitas akbar. Acara ini bukan sekadar pameran konvensional, melainkan platform kolaboratif yang berhasil menyatukan 170 seniman dan 50 modifikator. Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf), menunjukkan sinergi antara pemerintah dan industri.
Project Director & RnD MaxDecal, Nofian Hendra, menjelaskan bahwa kolaborasi ini didasari oleh visi dan misi yang sejalan dengan Ekraf, yaitu memberikan panggung bagi para seniman, modifikator, dan Art Creator untuk menampilkan ide serta karya mereka. MaxDecal berambisi menciptakan suasana yang lebih menyenangkan dengan menggabungkan otomotif dan seni dalam satu tempat, menawarkan pengalaman berbeda dari pameran biasa.
Konsep Art Party ini berfokus pada "Build Offline Market", yang bertujuan untuk membangun dan mempertemukan ratusan seniman/kreator dan modifikator di ruang fisik yang sama. Pertemuan ini diharapkan dapat membuka peluang baru, memperkuat ekosistem kreatif di dunia offline, dan mendorong lebih banyak kolaborasi inovatif di masa depan. Ini adalah langkah konkret untuk mewujudkan visi Ekraf dalam mendukung ekonomi kreatif otomotif.
Sumber: AntaraNews