Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Timur telah mengumumkan keberhasilan identifikasi. Sebanyak 17 jenazah korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, berhasil dikenali. Proses ini berlangsung pada Selasa malam di RS Bhayangkara Surabaya.
Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Khusnan Marzuki menjelaskan detail hasil Identifikasi Korban Ambruk Al Khoziny. Dari 18 kantong jenazah yang diterima, 17 di antaranya telah teridentifikasi secara pasti. Hal ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya penanganan korban bencana tersebut.
Identifikasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban. Tim DVI menggunakan metode ilmiah seperti tes DNA dan pemeriksaan medis. Tujuannya adalah memastikan setiap jenazah dapat dikenali dengan akurat dan tanpa keraguan.
Advertisement
Advertisement
Daftar Lengkap Korban yang Berhasil Diidentifikasi
Tim DVI Polda Jatim merilis daftar nama-nama korban yang telah berhasil diidentifikasi. Para korban berasal dari berbagai daerah, menunjukkan cakupan luas dampak tragedi ini. Identifikasi ini membawa kejelasan bagi banyak keluarga yang menantikan kabar.
Nama-nama korban yang teridentifikasi antara lain Muhammad Anas Fahmi (15) dari Bangkalan, Muhammad Reza Syfai Akbar (14) dari Surabaya, dan Afifuddin Zarkasi (13) juga dari Surabaya. Ada pula Moh. Rizki Maulana Saputra (16) dari Sidoarjo, serta Moh. Ubaidillah (17) dari Bangkalan. Daftar ini terus diperbarui seiring dengan proses Identifikasi Korban Ambruk Al Khoziny.
Korban lainnya termasuk Virgiawan Narendra Sugiarto (16) dari Lamongan, Moh. Ali Sirojuddin (13) dari Surabaya, dan Muhammad Azam Habibi (14) dari Surabaya. M. Maulidi Hasany Kamil (16) dari Bangkalan, Ahmad Fatoni Abil Falah (17) dari Bangkalan, dan M. Azzan Albi Alfa Iman (17) dari Bangkalan juga masuk dalam daftar. Proses identifikasi ini sangat krusial.
Advertisement
Selain itu, Khoirul Mutaqin (18) dari Kediri, Farhan (17) dari Surabaya, Syafiuddin (15) dari Sampang, dan Achmad Ghiffary Haekal Nur (17) dari Gresik telah dikenali. Muhammad Ubay Dillah (15) dari Kubu Raya, Kalimantan Barat, serta Achmad Alby Fahri (13) dari Surabaya melengkapi daftar 17 korban. Setiap nama memiliki cerita dan keluarga yang berduka.
Advertisement
Detail Khusus dan Proses Identifikasi Berkelanjutan
Dalam proses Identifikasi Korban Ambruk Al Khoziny ini, terdapat temuan unik yang diungkapkan oleh Kombes Pol Khusnan Marzuki. Salah satu hasil identifikasi adalah gabungan dari dua kantong jenazah yang ternyata milik satu korban. Ini menunjukkan kompleksitas dalam penanganan korban bencana.
Setelah melalui tes DNA dan pemeriksaan medis yang cermat, tim DVI memastikan bahwa dua kantong jenazah tersebut adalah bagian dari satu individu. Korban yang dimaksud adalah Moh. Ali Sirojuddin, seorang laki-laki berusia 13 tahun. Penggabungan data medis dan DNA sangat penting dalam kasus ini.
Hingga saat ini, tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 34 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima. Angka ini mencerminkan dedikasi dan kerja keras tim DVI. Proses operasi DVI masih terus berjalan intensif.
Advertisement
Tim DVI terus melakukan pendalaman data antemortem dan postmortem untuk korban lainnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan semua korban dapat teridentifikasi dengan akurat. Upaya Identifikasi Korban Ambruk Al Khoziny akan terus dilakukan hingga semua kantong jenazah terproses.
Sumber: AntaraNews