Dukung KA Bandara, Stasiun Solo Balapan Akan Ditata Ulang
Merdeka.com - Seiring proyek pembangunan Kereta Api Bandara Internasional Adi Soemarmo, PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menata ulang fasilitas yang ada di Stasiun Solo Balapan. Penataan ulang tersebut dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan kepada para penumpang.
Pernyataan tersebut dikemukakan Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Jusman Syafii Djamal, usai memantau pelaksanaan arus angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Stasiun Solo Balapan, Selasa (25/12).
Jusman mengatakan Solo Balapan akan menjadi stasiun modern setelah pembangunan jalur kereta bandara selesai April 2019 nanti.
"Intinya Pak Deputi sama Daop 6 ini menyiapkan yang untuk KA Bandara. KA Bandara itu kan akan selesai pada bulan April. Kita harus lebih dulu, setelah itu kalau kaitannya dengan KA Bandara kan harus ada tata ulang," ujar mantan Menteri Perhubungan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.
Penataan ulang di antaranya terkait lokasi parkir sepeda motor, mobil dan bangunan pendukung lainnya. Seperti tempat turun naik penumpang serta lainnya. Pembangunan dan tata ulang tersebut menjadi tanggung jawab Daop 6 Yogyakarta.
"Mungkin ke depan Solo Balapan akan menjadi lebih modern kalau lihat gambarnya sih," jelasnya.
Deputi Executive Vice President (VEP) Daop 6 PT KAI Yogyakarta, Nathan N Siahaan menyampaikan, usai angkutan Nataru, pihaknya akan fokus melakukan penataan di Stasiun Solo Balapan. Di antaranya, saat ini sudah dimulai pemindahan lokasi parkir di pintu barat stasiun.
"Di awal tahun ini kita mulai progres setelah angkutan Nataru kita kerjakan lagi penataan parkirnya," jelasnya.
Pada kesempatan kunjungan ke Solo 13 Desember lalu, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro menyampaikan rencana pembangunan masjid di Stasiun Solo Balapan. Pembangunan masjid tersebut untuk melengkapi fasilitas ibadah bagi penumpang maupun masyarakat sekitar. Mengingat musala yang ada saat ini dinilai kecil dan tidak representatif. Namun sebelum membangun masjid, PT KAI akan menata ulang musala yang ada saat ini.
"Kondisi musala ini terlalu kecil dan kurang memenuhi syarat kenyamanan bagi penumpang. Apalagi ke depan stasiun Solo Balapan akan semakin ramai dengan beroperasinya KA Bandara," pungkas Edi.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya