Dukun Kuru mutilasi korban lantaran kesal pipi ditampar

Sabtu, 10 Desember 2016 12:34 Reporter : Adi Nugroho
Dukun Kuru mutilasi korban lantaran kesal pipi ditampar dukun kuru. ©2016 Merdeka.com/Adi Nugroho

Merdeka.com - Penyidik Reskrim Polres Metro Bekasi mengungkap motif pembunuhan disertai mutilasi terhadap seorang perempuan, FU (43) di Kampung Tambun Kelapa, Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Kapolres Metro Bekasi, Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku nekat membunuh dan memutilasi karena marah setelah ditampar korban di bagian pipi kiri.

Sebabnya, korban kesal lantaran pelaku tak kunjung mendapatkan orang yang bisa menyantet. "Sebelumnya korban datang ke pelaku, meminta mencarikan orang yang bisa menyantet mantan suaminya," kata Asep, Sabtu (10/12).

Menurut dia, korban sudah memberikan uang tunai sebesar Rp 4 juta sebagai imbalannya. Karena itu, korban beberapa kali datang ke rumah pelaku untuk menagih janji. Namun, pelaku belum mendapatkan orang yang bisa menyantet.

"Puncaknya kemarin, tersangka tak bisa menunjukkan orang yang bisa menyantet, akibat itu kemudian korban merasa kecewa dan jengkel," kata Asep.

Keterangan tersangka, kata dia, korban memukul lebih dulu ke bagian pipi kiri tersangka. Karena itu, tersangka merasa marah lalu mengambil sebuah balok yang dipakai untuk mengganjal pintu.

"Korban dipukul pundaknya sebanyak dua kali, melihat korban tak sadar, dibawa ke kamar mandi, di dalam kamar mandi, tersangka mengambil golok," katanya.

Dalam kondisi masih hidup, kedua paha korban dipotong, dengan maksud agar muat ketika dimasukkan ke dalam karung. Sehingga tubuh korban bisa disembunyikan di belakang rumah dekat dengan kandang kambing.

"Kami menyita sebilah golok yang dipakai memotong bagian tubuh korban, balok yang dipakai memukul, sejumlah uang tunai, STNK sepeda motor korban, dan pakaian noda darah milik tersangka," katanya.

Kini tersangka mendekam di sel tahanan Polres Metro Bekasi, dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat hingga menyebabkan orang meninggal, subsider pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Ancamannya 15 tahun penjara. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Mutilasi
  2. Bekasi
  3. Pembunuhan Sadis
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini