Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Dugem gila' bikin warga blokir GWK Bali

'Dugem gila' bikin warga blokir GWK Bali Dreamfields Festival. ©dreamfields.nl

Merdeka.com - Dreamfields Festival, pesta dugem terbesar sedunia yang dihelat di Bali kini menyisakan sejumlah masalah. Hiburan bagi Partygoers berlangsung 11-17 Agustus di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Uluwatu, Bali.

Untuk menikmati dugem yang berlangsung hingga matahari terbit ini kocek yang dirogoh tidak sedikit. Rata-rata budget mereka Rp 8-15 juta buat tiket, minuman, dan hotel.

Namun megahnya acara ternyata tidak sebanding dengan yang diterima warga sekitar. Tak meminta 'jatah', mereka hanya ingin hak-haknya dipenuhi oleh penyelenggara. Namun hingga lewat sepekan itu tak juga terealisasi.

Akhirnya warga yang kesal memblokade jalan. Sejumlah kendaraan wisatawan yang ingin masuk dihalau warga untuk balik arah lantaran jalan sudah ditutup. General Manager Garuda Wisnu Kencana Trik Wijaya berjanji akan mempertemukan dengan pihak Owner.

"Kami tidak bisa memutuskan sesingkat ini, mohon untuk bisa melunak. Akan segera saya sampaikan ke owner," kata Tri di hadapan warga.

Berikut dampak 'dugem gila' yang bikin warga emosi:

Ingkar janji buat jalan warga ke Setra

buat jalan warga ke setra rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Lebih dari 300 massa warga setempat di lingkungan Garuda Wisnu Kencana (GWK) bukit Ungasan, mengamuk. Ini buntut dari janji palsu Manajemen GWK sebelumnya untuk membuatkan akses jalan warga menuju ke Setra (Kuburan). Akibatnya, pintu masuk menuju gerbang GWK ditutup oleh warga.Belasan lemstone sudah dijajarkan warga persis di pintu gerbang masuk GWK pada pagi buta sekitar pukul 04.00 WITA. Sejumlah security yang merupakan warga setempat tentu tidak dapat berbuat banyak melihat aksi penutupan jalan.Puncak aksi terjadi pada siang tadi sekitar pukul 11.00 WITA lebih dari 300 massa dari tiga lingkungan setempat bergerak mendatangi kantor pusat di areal dalam kawasan GWK. "Kembalikan jalan desa kami sebelum kawasan ini ada. Mana janji kalian untuk desa kami," teriak salah seorang pemuda desa, sambil meringsek masuk. "Anda menutup rurung agung (jalan pusat) ke luar desa, dan sekarang jalan ke setra (kuburan). Maka kami juga bisa menutup jalan anda," imbuhnya.==

Warga merasa diisolasi

diisolasi rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Emosi warga memuncak usai 'dugem gila' di Dreamfields Festival. Mereka merasa diisolasi untuk masuk ke desa. Kondisi ini jelas berbeda sebelum dugem terbesar di dunia itu digelar."Jalan kami ditutup tembok tinggi, kami terkurung dan kami disuruh mendengarkan dentuman musik sampai pagi. Inilah puncak kami, harga diri sudah dinjak-injak," kata I Wayan Kurma, Kelian Adat Banjar Giri Dharma, Minggu (24/8).Menurutnya, kekecewaan warga sudah tidak tertahankan lagi setelah ada party gila-gilaan yang membuat seluruh jalan menuju ke bukit tertutup. "Kita pagi-pagi tutup jalan GWK ini. Ada belasan truk bawa batu koral kapur (lemstone) kita urug aja," ucapnya.

Fasilitas listrik dan air

dan air rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Menurut Wayan Kurma, bahwa persoalan warga dengan pihak Garuda Wisnu Kencana (GWK) tidak hanya menyangkut soal jalan. Tetapi banyak hal, termasuk ditutupnya jalan dengan tembok sangat tinggi, sehingga warga terpaksa hanya bisa berjalan kaki menuju ke rumahnya."Soal listrik juga yang direlokasi di pemukiman penduduk yang sampai saat ini belum selesai, dan dijanjikan adanya fasilitas air," terang Pak Wayan."Kami ini kekeringan sumber air loh dan masih buat bak tadah hujan di kabupaten terkaya," protes Wayan.

Penyerapan tenaga kerja

kerja rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Soal penyerapan tenaga kerja ternyata juga memperuncing hubungan warga dengan investor. Janji-janji mempekerjakan warga ternyata cuma isapan jempol belaka. "Memang ada warga kami yang bekerja di dalam sini, tetapi itu tenaga kasar. Apa kami tidak ada yang sarjana, sehingga tidak masuk di staf manajemen," tegasnya sambil menunjukkan surat perjanjian soal perekrutan ketenagakerjaan di GWK.Dalam MoU tahun 2000, kesepakatan bersama saat itu antara PT Garuda Adi Mertha dengan Banjar, Ketenagakerjaan, di pasal 6 ayat 1 dan 2 bersedia menerima minimal 1 orang dari setiap KK untuk diterima sebagai tenaga kerja. Namun sampai saat ini hanya 60 orang saja yang dipekerjakan.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP