KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Dua terduga teroris di Jatim jaringan JAD, sudah diincar lama

Selasa, 20 Juni 2017 02:45 Reporter : Masfiatur Rochma
Penangkapan terduga teroris di Malang. ©2017 Merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Machfud Arifin, mengatakan, dua orang terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 anti teror Mabes Polri di Malang dan Surabaya, yakni SM dan ATM tercatat sebagai jaringan lama.

Karena, sudah lama menjadi incaran dan dipantau oleh tim Densus 88, namun baru sekarang bisa dilakukan penangkapan, karena memerlukan dan mengumpulkan bukti yang kuat.

Dari situ, kini keduanya masih terus diperiksa secara maraton oleh tim Densus 88, untuk pengembangan dan membongkar jaringannya.

"Keduanya (SM dan ATM) masih jaringan lama, JAD (Jamaah Anshorut Daulah)," kata Irjen Machfud Arifin sesuai Apel Ramadniya pengamanan mudik-balik Lebaran di Lapangan Markas Polda Jatim, Senin (19/6).

"Untuk pendalaman jaringan itu domain dan kapasitasnya Densus. Kita, dari Polda Jatim hanya membackup untuk mengamankan sekitar area lokasi saja," tambah jenderal bintang dua tersebut.

Dengan tertangkapnya dua terduga teroris di Jawa Timur, mantan Kadiv TI Mabes Polri tersebut mengaku sudah meningkatkan keamanan di wilayah Jawa Timur, berkoordinasi TNI.

"Antisipasi sudah pasti kami lakukan bersama saudara kami dari TNI," pungkasnya. [rnd]

Topik berita Terkait:
  1. Terorisme
  2. Surabaya
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.