Dua tim Sekolah Sepak Bola (SSB) asal Banda Aceh, yaitu SSB Barona dan Lambuk Football Academy, telah resmi dilepas untuk berkompetisi di Festival Piala Presiden 2026. Mereka akan bertanding di Kota Yogyakarta, membawa nama baik Aceh di kancah sepak bola nasional.
Pelepasan kedua tim ini dilakukan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST, pada Sabtu, 4 Juli 2026. Acara berlangsung hangat di Rumah Dinas Ketua DPRK Banda Aceh, dihadiri manajemen, pemain, serta orang tua.
Keikutsertaan SSB Barona dan Lambuk Football Academy merupakan hasil dari prestasi mereka menjuarai kompetisi tingkat provinsi. Kini, mereka siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di ajang bergengsi tingkat nasional tersebut.
Advertisement
Advertisement
Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, menekankan bahwa kedua tim tidak hanya mewakili Kota Banda Aceh, tetapi juga seluruh Aceh di pentas nasional. Dukungan penuh diberikan agar mereka dapat tampil maksimal dan meraih prestasi membanggakan.
Pelepasan yang penuh kehangatan ini menjadi simbol dukungan moral dari masyarakat dan pemerintah daerah. Para pemain diharapkan dapat menjadikan momen ini sebagai motivasi tambahan untuk berjuang di lapangan hijau.
Manajemen kedua tim, para pemain, dan orang tua turut hadir dalam prosesi pelepasan. Suasana kekeluargaan terasa kental, memperkuat semangat kebersamaan tim.
Advertisement
Advertisement
Festival Piala Presiden 2026 akan berlangsung mulai tanggal 6 hingga 11 Juli 2026. Seluruh pertandingan dijadwalkan digelar di kawasan Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, yang menjadi pusat kegiatan turnamen.
Lambuk Football Academy akan berkompetisi dalam kategori U-10, menunjukkan bakat-bakat muda Aceh di level usia dini. Sementara itu, SSB Barona akan bersaing di kategori U-12, menghadapi tim-tim kuat dari berbagai daerah.
Ajang ini menjadi kesempatan emas bagi para pemain muda untuk menguji kemampuan mereka. Mereka juga dapat menambah pengalaman berharga dalam kompetisi sepak bola tingkat nasional.
Advertisement
Advertisement
Irwansyah ST mengingatkan para pemain untuk selalu menjaga fokus selama pertandingan. Ia menekankan pentingnya konsentrasi hingga peluit panjang dibunyikan, tidak peduli seberapa besar keunggulan skor.
Ia memberikan contoh dari pertandingan internasional, seperti Senegal melawan Belgia di Piala Dunia, di mana tim kehilangan keunggulan karena kurangnya konsentrasi. Pelajaran ini diharapkan menjadi pengingat bagi para pemain muda.
Selain fokus, sportivitas juga menjadi pesan utama yang disampaikan. Para pemain diajak untuk mengambil hal positif dari idola mereka tanpa merendahkan lawan. Sikap ini penting untuk membangun karakter pemain yang baik di dalam maupun di luar lapangan.
Advertisement
Seluruh masyarakat Aceh memberikan dukungan dan doa agar kedua tim mampu mengharumkan nama daerah. Mereka diharapkan dapat membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Banda Aceh dan Aceh secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews