Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dua perampok spesialis toko emas ditembak mati

Dua perampok spesialis toko emas ditembak mati Ilustrasi. merdeka.com/dok

Merdeka.com - Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng berhasil meringkus kawanan perampok spesialis toko emas dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang beraksi di lintas provinsi. Dua pelaku terpaksa ditembak mati karena melawan saat akan ditangkap.

Dua pelaku yang ditembak mati itu adalah Harto Cahyono alias Ion (33) warga Desa Waru Jinggo, Leces, Probolinggo, Jawa Timur dan Edy Santoso (32) warga Dusun Krajan, Desa Curah Tulis Tongas, Probolinggo, Jawa Timur.

Dua pelaku lain yang berhasil diamankan adalah Abdul Muis alias Mail warga Desa Blirang, Gresik dan Tri Teguh Ricofianto (32) seorang desertir TNI warga Banyu Urip Lor, Surabaya. Kedua pelaku hingga kini diperiksa intensif penyidik.

Keempat tersangka ditangkap dalam penggerebekan di Cikampek, Jawa Barat pada Kamis (22/3) oleh Resmob Polda Jateng dan Unit Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng. Dua pelaku terpaksa ditembak mati karena melakukan perlawanan menggunakan senjata api jenis FN dan dua pelaku menyerah kemudian digelandang ke Mapolda Jateng.

Hasil penyidikan sementara dari pelaku, kawanan perampok bersenjata api ini berasal dari Jawa Timur dan beroperasi di wilayah hukum Polda Jateng, Polda Jatim, Polda Lampung dan Polda Sumsel dibawah pimpinan Harto Cahyono dan Edy Santoso yang ditembak mati. Sementara tersangka Mail bertindak sebagai sopir.

"Saya hanya sopir, setiap kali beraksi saya dikasih upah Rp 1 juta sampai Rp 2 juta," ujar Mail.

Pengakuan dari para tersangka yang masih hidup, kelompok perampok tersebut telah melakukan aksi perampokan lebih dari 10 kali beraksi. Diantaranya 3 kali di Sukoharjo, 1 kali di Tegal, 2 kali di Surabaya, 1 kali di Kalimantan, 1 kali di Sulawesi dan 1 kali di NTB. Dalam aksinya mereka selalu menggunakan mobil sewaan.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djihartono didampingi Direskrimum Kombes Bambang Rudi Pratiknyo mengatakan, dalam aksinya, kawanan perampok ini tidak segan-segan melukai korbannya dan selalu menyekap korban menggunakan lakban.

Setelah melumpuhkan korban, mereka langsung menggasak barang-barang seperti mobil, perhiasan dan uang. "Kawanan ini berkolaborasi dengan kelompok lokal yang bertindak sebagai penggambar, dan para pelaku ini mobilitas tinggi," terang Djihartono.

Sementara itu menurut salah seorang korban yang didatangkan, Hermin (35) warga Mayang Gatak Sukoharjo mengatakan saat kejadian ia bersama keluarganya sedang tidur sekira pukul 01.30 WIB. Para. Pelaku yang jumlahnya 5 orang langsung masuk rumah lewat pintu belakang. Para pelaku yang memakai topeng langsung menodong dengan golok dan menyekap seluruh keluarganya menggunakan lakban.

"Mereka mengancam akan membunuh kita, dan mereka menyekap kami menggunakan lakban," ujarnya.

Dalam aksinya tanggal (25/2) para pelaku berhasil menggasak mobil, perhiasan, HP dan uang. Total kerugian yang diderita oleh Hermin mencapai Rp 200 juta. Dan hingga saat ini, polisi masih mengembangkan kasus tersebut. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP