Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dua Komplotan Pencuri Spesialis Truk Kontainer Ditembak Polisi

Dua Komplotan Pencuri Spesialis Truk Kontainer Ditembak Polisi Komplotan Pencuri Spesialis Truk Kontainer Dibekuk. ©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Polisi membekuk dua komplotan pencurian spesialis barang kontainer yang bernilai total Rp 10 miliar di Jawa Timur. Beberapa orang diantaranya bahkan terpaksa ditembak kakinya karena hendak melarikan diri saat ditangkap.

Direktur Ditreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Gupuh Setiyono menjelaskan, modus operandi pencurian spesialis barang kontainer ini adalah memanfaatkan sopir untuk dijadikan komplotan pelaku.

Dalam kasus ini, komplotan pencuri menggasak satu kontainer berisi rokok senilai Rp 8 miliar milik PT Bentoel, Malang dan satu truk barang-barang elektronik, milik PT. Alek Jaya Kudus, Jawa Tengah senilai Rp 2 miliar.

Ia menambahkan, untuk kasus pencurian rokok, polisi mengamankan 7 orang tersangka. Kelompok ini masuk dalam jaringan Iwan CS. Iwan diketahui merencanakan pencurian rokok ini secara rapi dan canggih.

Sebab, kelompok ini juga memanfaatkan teknologi pengacak sinyal agar tidak mudah dideteksi oleh polisi. "Jaringan ini cukup rapi. Terbukti, dalam setiap aksinya mereka menggunakan alat pengacak sinyal. Alat tersebut, digunakan untuk menghalangi sinyal GPS yang dipasang di truk kontainer," ujarnya, Rabu (16/1).

Selain membekali diri dengan alat pengacak sinyal, mereka juga membekali diri dengan alat komunikasi berupa HT. Jika mereka memakai ponsel, biasanya akan langsung dihancurkan setelah sekali pakai.

"Jadi mereka memang sudah merencanakan dengan matang, termasuk membekali diri dengan peralatan canggih," tambahnya.

Sedangkan komplotan kedua, adalah kelompok dari Kudus, yakni Rudianto CS yang diketahui sebagai pecatan polisi.

Kelompok ini diketahui mencuri satu truk barang dari Jakarta yang mengangkut barang-barang elektronik, seperti AC, TV, dan kulkas senilai Rp 2 miliar. Rencananya, barang itu akan dibawa ke Denpasar, Bali.

Modusnya, mereka bekerjasama dengan sopir truk yang terlebih dahulu "ditanam" diekspedisi yang ditarget. Setelah perencanaan yang matang, sopir yang juga bagian dari komplotan pencuri ini, melarikan truk berisi berbagai macam barang elektronik tersebut ke arah Tuban.

Di Tuban, truk sudah ditunggu oleh komplotan yang membawa berbagai macam mobil untuk mengangkut barang curian tersebut. Setelah isi dikuras, truk kemudian ditinggal begitu saja di pinggir jalan.

Komplotan itu kemudian menyebar ke berbagai arah untuk menjual sebagian barang bukti. Terkait dengan kasus ini, 8 orang tersangka berhasil ditangkap.

"Ada beberapa orang yang terpaksa kami beri tindakan tegas, karena hendak melarikan diri," tambahnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP