Drum berisi mayat dicor diduga sudah lama dibuang di Sungai Bengawan Solo

Warga lainnya, Sukidi (28) menduga drum tersebut dibuang dari atas jembatan. Sebab, tak mungkin seorang sendiri membawa drum seberat tersebut ke dasar sungai. Apalagi, jarak antara dasar sungai dengan jalan cukup jauh dan terhalang tanggul.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Drum berisi mayat dicor diduga sudah lama dibuang di Sungai Bengawan Solo
Drum berisi mayat di Solo. ©2018 Merdeka.com

Warga sekitar jembatan Pondok, Grogol, Sukoharjo, di atas aliran Sungai Bengawan Solo, masih tak percaya dengan ditemukannya sesosok mayat yang dicor dalam drum oleh seorang pemulung, bernama Muji Agung, Jumat (26/10) sore.

"Sampai sekarang saya masih tidak percaya, kok ada yang tega berbuat seperti itu. Mungkin pelakunya ada kelainan jiwa, atau dendam," ujar Sugiyono (52), warga Desa Ngrombo, Baki.

Sugiyono mengaku sering melewati jembatan tersebut saat akan pergi ke Kota Solo maupun Sukoharjo. Ia tidak pernah melihat sesuatu yang mencurigakan. Apalagi lokasi tersebut cukup ramai, karena terdapat pabrik konveksi Duniatex yang mempunyai ratusan karyawan yang bekerja shift.

Kisah berbeda disampaikan Hery Susanto (31) warga Teplok, Ventana. Menurut dia, sebelumnya memang ada sejumlah warga yang melihat drum tersebut. Namun mereka tak pernah menghiraukan, karena dikira sampah yang sudah tak terpakai.

"Saya kira malah drum yang dibuang atau hanyut saat banjir dari atas. Ternyata kejadiannya seperti itu," ujarnya.

Hery menduga drum tersebut sudah ada beberapa bulan sebelumnya. Karena ada warga yang pernah melihat beberapa minggu lalu.

"Mungkin sudah berbulan-bulan dan tertutup aliran air Sungai Bengawan Solo. Ini pas kemarau, jadi terlihat," urainya.

Warga lainnya, Sukidi (28) menduga drum tersebut dibuang dari atas jembatan. Sebab, tak mungkin seorang sendiri membawa drum seberat tersebut ke dasar sungai. Apalagi, jarak antara dasar sungai dengan jalan cukup jauh dan terhalang tanggul.

"Kalau dibawa dari atas jalan ke bawah, pasti ketahuan warga. Soalnya tempatnya ramai dan jauh dari jalan. Mungkin dibuang dari jembatan, atau pas banjir terbawa air," jelasnya.

Kapolsek Grogol, AKP Dani Herlambang menyampaikan, setelah dievakuasi ke Mapolsek, mayat dibawa ke RSUD dr Moewardi, Solo untuk diperiksa.

" Akan kita selidiki dulu identitas korban, nanti tentu akan terus kita kembangkan," tutupnya.

Rekomendasi