DPR minta Kemenkes meneliti dan jelaskan metode pengobatan dr Terawan

Rabu, 11 April 2018 15:49 Reporter : Sania Mashabi
DPR minta Kemenkes meneliti dan jelaskan metode pengobatan dr Terawan Dokter Terawan. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Komisi IX DPR menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan organisasi kedokteran lainnya untuk membahas kasus dan metode Digital Substraction Angiogram (DSA) yang dilakukan Dokter Terawan Agus Putranto. Hasil rapat itu memberikan imbauan pada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melakukan penelitian dan penjelasan terkait metode DSA dari Dokter Terawan untuk menyembuhkan penyakit stroke.

"Agar mendapatkan kepastian soal metode tersebut karena adanya yang mengatakan metode ini begini metode ini begitu kami minta pemerintah," kata Dede Yusuf di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/4).

Selain itu, Komisi IX kata Dede, juga meminta pemerintah dan IDI untuk menyelesaikan polemik ini. Serta memberikan penjelasan mengenai keamanan metode Dokter Terawan

"Yang kedua kita meminta pemerintah IDI dan KKI untuk menyelesaikan permasalahan yang ada ini secepatnya. Ketiga kita juga minta agar pemerintah dalam konteks ini menjelaskan pada publik mengenai keamanan dari pada metode yang dijalankan selama ini," ucapnya.

Politikus Partai Demokrat ini juga menegaskan Terawan tetap bisa melakukan kegiatannya sebagai dokter. Hal itu telah ia konfirmasi pada IDI dalam RDPU.

"Tetapi IDI setau saya press conference-nya kemarin mengatakan tidak mencabut surat izinnya berarti boleh dong kan tadi kita tanyakan, boleh dong, boleh selama itu sesuai kompetensinya," tandasnya.

Dokter Terawan adalah dokter spesialis yang menggunakan metode 'cuci otak' untuk merawat pasien stroke. Sudah ribuan orang disembuhkan dengan metode ini. Atas tindakannya IDI memberikan sanksi pemecatan selama 12 bulan pemecatan dari kepengurusan IDI. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini