KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

DPR cecar KPK soal bocornya dakwaan, BAP dan SP Novel Baswedan

Selasa, 18 April 2017 23:39 Reporter : Rizky Andwika
Gedung baru KPK. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR mencecar pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait seringnya dokumen penting internal mulai dari surat dakwaan atau berita acara pemeriksaan (BAP) bocor ke publik. Terbaru, bocornya surat peringatan kedua (SP2) terhadap Penyidik Senior Novel Baswedan.

"Semua sudah tahu dan itu diberitakan di media bahkan ada surat yang bocor di publik, SP2 Novel lalu dicabut. Hal-hal lain selalu dibocorkan dulu ke media. Ada informasi yang dengan mudah bocor ke publik? Apa ini SOP KPK?" kata Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu dalam rapat dengar pendapat dengan KPK, Selasa (18/4).

Anggota Komisi III DPR Akbar Faizal juga mempertanyakan hal yang sama. Politikus NasDem ini mengungkit soal bocornya Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang.

Akbar mengatakan dalam undang-undang tertulis aturan bagi yang membocorkan BAP akan diancam tindakan pidana. "Ada UU yang mengatur ancaman pidana bagi pihak yang sengaja membocorkan BAP," katanya.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan pihaknya sedang menyelidiki seringnya BAP bocor ke publik. Namun, Laode mengatakan belum tentu internal KPK yang membocorkan.

"Kebocoran itu belum tentu dari KPK, misalnya surat dakwaan kemarin. Terus terang kami rapat. Dakwaan itu bisa ke tersangka, lawyer dan pengadilan seminggu sebelumnya dan lampirannya ada BAP di situ tentunya," kata Laode. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.