Dosen penyebar berita hoaks tentang muazin dikenal pribadi tertutup, punya 4 anak

Tara diketahui tinggal di RT 2 RW 4, Dusun Krajan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman. Dari pengakuan tetangga, Tara dikenal sebagai sosok tertutup dan jarang bersosialisasi dengan warga. "Semenjak bercerai, Tara menjadi pribadi yang tertutup. Tidak pernah (lagi) mengikuti kegiatan-kegiatan di kampung."

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dosen penyebar berita hoaks tentang muazin dikenal pribadi tertutup, punya 4 anak
penangkapan anggota MCA. ©2018 Merdeka.com/Arie Basuki

Tara Arsih Wijayani (40) harus berurusan dengan pihak kepolisian karena menyebar berita hoaks lewat akun facebooknya yang bernama Tara Dev Sams. Lewat akun Facebook-nya itu, Tara menyebarkan berita tentang muadzin di Majalengka yang dianiaya.

Tara diketahui tinggal di RT 2 RW 4, Dusun Krajan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman. Dari pengakuan tetangga, Tara dikenal sebagai sosok tertutup dan jarang bersosialisasi dengan warga.

Kepala Dukuh Krajan, Arifin Nur Hamzah, membenarkan bahwa Tara merupakan warganya. Meskipun demikian, Arifin tak mengetahui jika Tara saat ini ditangkap oleh pihak kepolisian karena menyebar berita hoaks.

"Aslinya dari Jakarta. Pindah ke sini sekitar 25 tahun. Kalau rumah yang ditempati itu milik ibunya, sebelum pindah Jakarta," ujar Arifin.

Arifin menuturkan, jika Tara sudah bercerai dengan suaminya sejak lima tahun yang lalu. Dari pernikahan itu, Tara memiliki empat orang anak.

"Anaknya ada empat. Satu udah nikah. Satu kerja, dua masih sekolah. Satunya kuliah satunya masih sekolah SMK," terang Arifin.

Arifin menjelaskan selama ini Tara hanya tinggal berdua dengan anaknya yang masih bersekolah di SMK. Arifin juga menyampaikan pascabercerai dengan suaminya, Tara menjadi orang yang tertutup.

"Semenjak bercerai, Tara menjadi pribadi yang tertutup. Tidak pernah (lagi) mengikuti kegiatan-kegiatan di kampung seperti pengajian dan lain-lain," tutur Arifin.

Terpisah, salah seorang tetangga Tara, Surono (50) mengakui bahwa Tara merupakan orang tertutup. Bahkan saking tertutupnya, ada tetangga yang meninggal dunia, Tara tak ikut melayat.

"Gak gitu kenal karena orangnya tertutup. Saya cuma sering lihat pas keluar pagi hari dan pulangnya malam hari. Terakhir kali lihat empat hari yang lalu. Habis itu enggak lihat Tara lagi," tutup Surono.

Rekomendasi