Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Djarot tanggapi santai soal rencana Sumarsono rapat di kereta wisata

Djarot tanggapi santai soal rencana Sumarsono rapat di kereta wisata Djarot Syaiful Hidayat. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Plt Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono berencana menggelar rapat pimpinan (rapim) antar SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di dalam kereta wisata. Sumarsono beralasan, rencana tersebut atas dasar memanfaatkan libur untuk bekerja.

Rapat sambil berlibur itu pun dikenakan biaya Rp 7 juta per kepala, namun, Sumarsono membantah jika dana yang dikeluarkan berasal dari kantong masing-masing alias tidak mengambil dari anggaran.

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Djarot Syaiful Hidayat menanggapi santai soal hal itu.

"Masing-masing orang itu punya gaya kepemimpinan yang beda. Tentunya gaya kepemimpinan dia tidak sama dengan gaya kepemimpinan saya dan Ahok. Jadi biarkan saja asalkan tidak ada pemaksaan," ujar Djarot kepada wartawan di Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta Barat, Sabtu (7/1).

Djarot menilai rencana tersebut merupakan salah satu gaya kepemimpinan dari seorang Sumarsono. "Itu kan mau rapat di KA gitu ya, sekaligus isi hari libur, untuk kasih apresiasi itu kan gaya, style pemimpin," tuturnya.

Pasalnya, hal serupa pernah dilakoni Djarot saat menjabat Wali Kota Blitar. ia mengajak jajarannya untuk bersepeda bersama. "Saya di Blitar dulu juga seperti itu. Tetapi tidak jauh. Outbound. Kalau di daerah kan banyak tempat. Naik ke gunung kelud sama-sama. Sepedahan sama-sama. Itu kan gaya kepemimpinan untuk bisa merangkul orang, menunjukkan orang, memotivasi orang," tuturnya.

Meski demikian, Djarot mengaku tak tahu menahu soal biaya Rp 7 juta yang dihabiskan dalam sekali rapat di atas kereta wisata. "Saya enggak tahu itu. Tanya mereka. Aku kan enggak ngerti," pungkasnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP