Divonis Bayar Uang Pengganti Rp 85 Miliar, PT NKE Bakal Jual Aset

Kamis, 3 Januari 2019 23:43 Reporter : Yunita Amalia
Divonis Bayar Uang Pengganti Rp 85 Miliar, PT NKE Bakal Jual Aset ilustrasi pengadilan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) Tbk divonis denda Rp 700 miliar atas korupsi pengerjaan proyek pembangunan rumah sakit khusus infeksi Universitas Udayana tahun anggaran 2009 dan 2010. PT NKE juga dikenakan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 85,490 miliar.

Direktur Utama PT NKE Djoko Eko Suprastowo menjamin vonis tersebut tidak mengganggu stabilitas perusahaan yang berdampak terhadap pegawainya.

Ia menjelaskan untuk membayar uang pengganti, pihaknya telah mempertimbangkan akan menjual beberapa aset perusahaan yang dianggap tidak banyak manfaatnya.

"Kami akan penuhilah, ya apapun dari mana saja segala sesuatunya kita usahakan. Kami akan menjual aset yang tidak bermanfaat," kata Djoko usai sidang vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (3/1).

Djoko juga menegaskan pihaknya tidak akan melakukan upaya hukum banding dari vonis tingkat pertama itu.

"Kita terima saja keputusannya dengan baik dan kami siap melaksanakan keputusan itu dan akan membayar secepatnya," tandasnya.

Diketahui, PT NKE atau sebelumnya bernama PT Duta Graha Indah (DGI) divonis denda Rp 700 juta lantaran dianggap merugikan negara Rp 25 miliar dari pengerjaan proyek rs khusus infeksi Universitas Udayana tahun anggaran 2009 dan 2010. Selain itu, perusahaan itu juga mendapat keuntungan Rp 240 miliar dari beberapa pengadaan barang/jasa di sejumlah proyek.

Dari keuntungan itu, PT NKE diwajibkan membayar uang pengganti senilai Rp 85,490 miliar dan dilarang mengikuti lelang proyek pemerintah selama 6 bulan. Nilai tersebut jauh dari tuntutan jaksa penuntut umum pada KPK yang menuntut PT NKE wajib membayar uang pengganti Rp 188 miliar dan melarang PT NKE ikut serta lelang proyek pemerintah selama 2 tahun.

Atas perbuatannya, PT NKE dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 Jo Pasal 64 KUHP. Selama persidangan Dirut NKE Djoko Eko Suprastowo menjadi pihak yang mewakili perusahaan. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Korupsi
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini