Dituduh Intel, Driver Ojol Tewas Dikeroyok Massa di Makassar
Muh Fadli Tahar membenarkan bertambahnya korban meninggal saat kerusuhan yang terjadi pada Jumat (29/8).
Jumlah korban meninggal akibat kerusuhan di Kota Makassar kembali bertambah. Seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Rusdamdiansyah (25) tewas setelah dikeroyok massa di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), diduga karena dituduh sebagai intel.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Makassar Muh Fadli Tahar membenarkan bertambahnya korban meninggal saat kerusuhan yang terjadi pada Jumat (29/8). Fadli mengatakan korban meninggal atas nama Rusdamdiansyah.
"Yang bersangkutan meninggal tadi," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (30/8).
Fadli mengatakan Rusdamdiansyah meninggal setelah dikeroyok oleh massa saat terjadi demonstrasi anarkis di Jalan Urip Sumoharjo Makassar. Rusdamdiansyah dikeroyok massa karena dituduh sebagai intel saat kerusuhan terjadi.
"Dugaannya dikira sebagai intel. Tapi yang jelas informasi yang kami terima yang bersangkutan dikeroyok oleh massa saat kerusuhan di (Jalan) Urip," tuturnya.
Rusdamdiansyah sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Centre Point of Indonesia (CPI). Meski sempat mendapatkan perawatan, Rusdamdiansyah meninggal dunia.
"Korban meninggal dunia di RSUP Kemenkes setelah mendapatkan perawatan," ucapnya.
Sementara itu berdasarkan assessment dibakarnya gedung DPRD Makassar, Fadli menyebut total kerugian hingga Rp253,4 miliar. Ia mengungkapkan ada 67 mobil dan 15 motor hangus dibakar oleh massa.
"Selanjutnya, luas total gedung Gedung DPRD Makassar yang 4 lantai, ukuran 20 x 20 meter, total luas lantai masing-masing 400 m persegi. Selain itu arsip dan dokumen yang belum bisa ditaksir kerugiannya," tuturnya.
Sementara itu, akun Instagram Grabid mengungkapkan sosok Rusdamdiansyah adalah pengemudi ojol Grab. Grabid menyebut Rusdamdiansyah sudah bergabung sebagai ojol Grab sudah tujuh tahun.
"Almarhum sudah bersama kami selama 7 tahun, tumbuh dan berjalan bersama. Beliau bukan hanya sekadar mitra pengemudi, tetapi pejuang jalanan yang setia, sahabat sesama mitra dan bagian dari keluarga besar Grab," tulis dalam unggahannya.
Sementara Kepala Sub Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Ajun Komisaris Besar dr Elvis Jaferson mengaku belum mendapatkan informasi terkait korban keempat yang meninggal saat kerusuhan pada Jumat (29/8) kemarin. Jaferson mengaku baru mendapatkan data tiga korban meninggal dunia.
"Belum dapat. Kami hanya terima dua jasad korban meninggal terbakar di DPRD Makassar," ujarnya.
Jaferson mengatakan dua jenazah berhasil diidentifikasi setelah dilakukan autopsi yakni Sarinawati dan Muh Akbar Basri alias Abay. Sementara untuk, data Syaiful Akbar, diterima dari BPBD Makassar.
"Karena korban atas nama Syaiful Akbar ini sempat mendapatkan perawatan dan meninggal di RS Grestelina," katanya.