Ditsamapta Polda Banten Salurkan Bantuan Banjir dan Evakuasi Warga di Padarincang

Ditsamapta Polda Banten bergerak cepat menyalurkan bantuan banjir dan melakukan evakuasi di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi di tengah cuaca ekstrem.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ditsamapta Polda Banten Salurkan Bantuan Banjir dan Evakuasi Warga di Padarincang
Ditsamapta Polda Banten bergerak cepat menyalurkan bantuan banjir dan melakukan evakuasi di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi di tengah cuaca ekstrem. (AntaraNews)

SERANG – Direktorat Samapta Polda Banten mengerahkan personel Tim SAR Sipammat Subdit Gasum untuk membantu evakuasi dan menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, pada Sabtu (20/12). Langkah sigap ini merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan darurat bencana, sekaligus menjamin kebutuhan pangan dan keselamatan masyarakat terpenuhi di tengah kondisi curah hujan yang masih tinggi.

Kegiatan respons cepat ini adalah tindak lanjut dari arahan Kapolda Banten guna memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah hukumnya. Direktur Samapta Polda Banten, Komisaris Besar Polisi Kukuh Priyo Taruno, menegaskan komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.

Penanganan banjir di Padarincang dilakukan secara terintegrasi, meliputi evakuasi warga, distribusi logistik penting, hingga pendirian dapur lapangan. Fokus utama bantuan ini adalah kelompok rentan seperti lansia, balita, ibu menyusui, serta warga yang memilih untuk tetap bertahan di rumah mereka.

Ditsamapta Polda Banten menunjukkan respons cepat dengan menerjunkan personel Tim SAR Sipammat Subdit Gasum ke lokasi bencana banjir di Padarincang. Tim ini tidak hanya fokus pada evakuasi warga yang terjebak, tetapi juga langsung menyalurkan bantuan sembako dan mendirikan dapur lapangan.

Kombes Pol Kukuh Priyo Taruno menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan arahan langsung dari Kapolda Banten untuk mengantisipasi dan menangani bencana alam secara efektif. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

Pendekatan terintegrasi menjadi kunci dalam operasi ini, memastikan setiap aspek penanganan bencana terkoordinasi dengan baik. Mulai dari penyelamatan jiwa hingga pemenuhan kebutuhan dasar, semua dilakukan demi keselamatan dan kenyamanan warga terdampak.

Dalam penyaluran bantuan banjir, Ditsamapta Polda Banten memprioritaskan kelompok masyarakat yang paling rentan. Lansia, balita, ibu menyusui, dan warga yang masih bertahan di rumah menjadi sasaran utama agar bantuan dapat tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal.

Sinergi lintas instansi memegang peranan krusial dalam operasi ini. Ditsamapta mengerahkan 20 personel yang bekerja sama dengan unsur Satbrimob, Polsek Padarincang, TNI, BPBD, relawan setempat, dan tokoh masyarakat. Kolaborasi ini bertujuan untuk memetakan kebutuhan warga dan memprioritaskan titik-titik rawan bencana.

Berbagai peralatan pendukung turut dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi dan mobilitas logistik. Perahu karet, truk angkut, truk boks, serta barrier pengaman menjadi fasilitas vital yang mendukung kelancaran operasional di lapangan.

Polri berkomitmen untuk terus menjaga kontinuitas bantuan di lapangan selama kondisi banjir belum sepenuhnya pulih. Pemantauan berkala akan terus dilakukan, terutama mengingat potensi hujan intensitas tinggi di wilayah hulu yang dapat menyebabkan banjir susulan.

Untuk memudahkan laporan dan respons cepat, layanan darurat Kepolisian 110 disiagakan. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini untuk melaporkan gangguan kamtibmas, kejadian bencana alam, atau membutuhkan bantuan kepolisian secara cepat.

Kombes Pol Kukuh Priyo Taruno berharap kehadiran Polri dapat memberikan rasa aman, membantu meringankan beban masyarakat, dan memastikan situasi tetap kondusif. Banjir di Padarincang sendiri telah merendam permukiman warga dan memaksa sebagian keluarga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi