Disnakertrans Kuningan Sukses Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja, Ribuan Orang Terserap Industri pada 2025

Disnakertrans Kuningan mencatat keberhasilan signifikan dalam penyerapan tenaga kerja sepanjang tahun 2025, menempatkan ribuan pencari kerja di berbagai sektor industri. Simak detail capaiannya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Disnakertrans Kuningan Sukses Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja, Ribuan Orang Terserap Industri pada 2025
Disnakertrans Kuningan berhasil menempatkan ribuan pencari kerja di berbagai sektor industri pada tahun 2025, menunjukkan tingginya penyerapan tenaga kerja Kuningan dan minat Gen Z pada pasar global. (AntaraNews)

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, berhasil menorehkan capaian positif. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 9.809 pencari kerja di daerah tersebut sukses ditempatkan di berbagai sektor industri. Angka ini menunjukkan tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi.

Dari total 10.715 orang yang terdaftar sebagai pencari kerja, keberhasilan penempatan ini menjadi indikator penting. Penyerapan tenaga kerja dilakukan melalui beragam skema, meliputi sektor lokal, antar daerah, hingga penempatan di luar negeri.

Kepala Bidang Pengembangan, Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Kuningan, Yanto Chrisdianto, mengonfirmasi data tersebut. Ia juga menyoroti adanya peningkatan minat kerja internasional, khususnya di kalangan generasi Z.

Tingginya Minat Generasi Z pada Pekerjaan Internasional

Tren ketenagakerjaan di Kuningan selama periode 2025 memperlihatkan adanya perubahan preferensi tujuan kerja. Pencari kerja usia muda, terutama dari kalangan generasi Z, menunjukkan minat yang sangat tinggi pada penempatan di luar negeri.

Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Malaysia menjadi destinasi favorit bagi para pencari kerja muda. Faktor penghasilan yang lebih tinggi menjadi salah satu alasan utama yang mendorong minat ini.

Selain itu, peluang untuk mendapatkan pengalaman kerja berharga dan pengembangan karier juga menjadi daya tarik kuat. Hal ini memotivasi generasi muda untuk mencari kesempatan di kancah global demi masa depan yang lebih baik.

Berdasarkan data yang dihimpun, penempatan tenaga kerja melalui skema Antar Kerja Antar Negara (AKAN) selama tahun 2025 tercatat sebanyak 311 orang.

Berbagai Skema Efektif dalam Penyerapan Tenaga Kerja

Disnakertrans Kuningan mengimplementasikan berbagai skema untuk memaksimalkan penyerapan tenaga kerja. Program pameran bursa kerja terbukti menjadi penyumbang terbesar dalam upaya penempatan ini.

Melalui pameran bursa kerja, total penempatan mencapai 4.717 orang, menunjukkan efektivitas program tersebut. Ini membuktikan bahwa pameran bursa kerja berhasil mempertemukan pencari kerja dengan peluang yang tersedia.

Selain itu, alur Antar Kerja Lokal (AKL) dan Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) juga berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja. Kedua skema ini berhasil menyerap sebanyak 3.084 orang.

Penyaluran melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) yang berlokasi di sekolah dan lembaga pelatihan kerja turut berkontribusi. Jalur ini mencatat penempatan sebanyak 1.341 orang, melengkapi keberhasilan berbagai program Disnakertrans Kuningan.

Tantangan dan Upaya Peningkatan Kompetensi

Disnakertrans Kuningan mencatat lonjakan signifikan pada jumlah pencari kerja yang mendaftar pada Mei dan Juni 2025. Periode ini bertepatan dengan masa kelulusan sekolah menengah, dengan total pendaftar lebih dari 3.200 orang.

Mayoritas pendaftar merupakan lulusan baru yang masuk kategori usia produktif, mereka mulai aktif mencari peluang kerja. Fenomena ini menunjukkan dinamika pasar kerja yang sangat aktif di Kuningan.

Meskipun jumlah lowongan kerja yang tersedia sepanjang 2025 mencapai 21.770 posisi, lebih besar dari jumlah pencari kerja, tantangan utama tetap ada. Kesesuaian kompetensi dan kemampuan bahasa menjadi hambatan signifikan dalam proses penempatan.

Untuk mengatasi kesenjangan ini, Disnakertrans Kuningan terus memperkuat pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Mereka juga mengembangkan program padat karya dan koperasi desa guna meningkatkan keterampilan serta daya saing masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi