PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memperkenalkan program promo akhir tahun yang dikenal dengan nama diskon Whoosh pada bulan Desember 2025. Penumpang kereta cepat akan mendapatkan potongan harga sebesar Rp 25.000 untuk tiket Whoosh kelas Premium Economy, yang berlaku untuk keberangkatan antara 10 hingga 15 Desember 2025.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyatakan bahwa promo Whoosh Dealcember ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat yang melakukan perjalanan di akhir tahun ini.
"Promo ini kami hadirkan untuk semakin mempermudah masyarakat menikmati layanan transportasi cepat dan nyaman bersama Whoosh. Dengan potongan harga khusus ini, kami berharap perjalanan masyarakat di bulan Desember menjadi lebih terjangkau dan menyenangkan," ujar Eva, Rabu (10/12/2025).
Selama periode promo Whoosh Dealcember, tersedia 10-12 jadwal perjalanan Whoosh setiap harinya yang mendapatkan promo. Jadwal ini mencakup keberangkatan dari pagi hingga malam, baik dari Jakarta maupun Bandung. Setiap perjalanan memiliki 555 tempat duduk Whoosh kelas Premium Economy yang juga mendapatkan potongan harga. Secara keseluruhan, terdapat 66 perjalanan Whoosh dengan kapasitas 36.630 kursi yang dapat menikmati promo ini.
Tiket promo Whoosh Dealcember sudah dapat dibeli mulai 10 Desember melalui Aplikasi Whoosh, website ticket.kcic.co.id, serta aplikasi mitra seperti Access by KAI, Livin' by Mandiri, BRImo, Wondr by BNI, Tiket.com, dan Traveloka.
Syarat dan ketentuan promo Whoosh Dealcember:
- Periode pembelian: mulai 10 Desember 2025
- Periode keberangkatan: 10--15 Desember 2025
- Potongan harga: Rp25.000 per penumpang untuk kelas Premium Economy
- Berlaku di seluruh platform pembelian tiket Whoosh
- Tiket dapat diubah jadwal/dibatalkan sesuai ketentuan KCIC
Advertisement
Di sisi lain, perdebatan mengenai utang kereta cepat Whoosh masih terus berlangsung. Menanggapi isu tersebut, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai operator telah menyerahkan penyelesaian permasalahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, yang lebih dikenal sebagai Danantara.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, setelah kunjungannya ke Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta pada November 2025.
Dwiyana menambahkan bahwa kedatangannya ke Kemenko Perekonomian hanya untuk melakukan diskusi santai, dan ia enggan membocorkan rincian dari pembicaraan tersebut. Sementara itu, terkait dengan masalah Whoosh, termasuk proses restrukturisasi utang, saat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Danantara.
Advertisement
Dwiyana menegaskan bahwa untuk urusan restu, semuanya akan diserahkan kepada Danantara. Ia menjelaskan bahwa KCIC berada di bawah naungan Danantara, sehingga segala mekanisme atau skema yang ada akan ditangani oleh Danantara.
"Pokoknya kalau untuk restu kita serahkan ke Danantara. KCIC di bawah Danantara. Jadi apapun mekanisme/skemanya, kita serahkan ke Danantara," kata Dwiyana. Selain itu, ketika ditanyakan mengenai komunikasi dengan Danantara dan kelanjutan proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Dwiyana mengaku belum bisa memberikan jawaban yang jelas.
Ia menambahkan, "Pokoknya kita ikutin satu pintu lewat Danantara. Wis to, lewat Danantara aja ya," ucap Dwiyana singkat. Hal ini menunjukkan bahwa semua keputusan dan langkah selanjutnya akan melalui Danantara sebagai penghubung utama.
Dengan pendekatan satu pintu ini, diharapkan proses akan menjadi lebih terkoordinasi dan efisien. Keputusan ini juga mencerminkan komitmen untuk menjaga kelancaran proyek yang sangat penting bagi pengembangan infrastruktur transportasi di Indonesia.