Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Disebut tekan Miryam, Masinton tuding Novel beri keterangan palsu

Disebut tekan Miryam, Masinton tuding Novel beri keterangan palsu Masinton Pasaribu ke KPK. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu menuding penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memberikan keterangan palsu saat dikonfrontir dengan saksi kasus dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP Miryam S Haryani. Saat itu Novel menyebut lima nama anggota DPR yang diduga menekan Miryam. Kelima politisi itu adalah Bambang Soesatyo, Aziz Syamsuddin, Desmond J. Mahesa, Masinton Pasaribu, dan Sarifuddin Sudding.

"Dalam konteks penyebutan nama (pengancam oleh Novel) itu sebagai bentuk kepalsuan. Itu Novel memberikan keterangan palsu di persidangan," ungkap Masinton usai menghadiri talkshow akhir pekan dengan topik Meriam DPR untuk KPK di Warung Daun Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (6/5).

Masinton menegaskan tidak pernah mengancam Miryam S Haryani. Bahkan dia mengaku bisa membuktikannya. "Apa yang saya sampaikan adalah fakta dan saya akan pertanggungjawabkan. Karena tuduhan itu enggk benar," ucapnya.

Masinton menyatakan kesiapannya dipanggil KPK untuk mempertanggungjawabkan tudingannya menyebut Novel memberi kesaksian palsu. "Jangankan dipanggil, ditembak saja saya siap," tegasnya.

Masinton juga mengingatkan bahwa desakan hak angket KPK tidak terkait lima nama anggota DPR yang disebut menekan Miryam. Politikus PDI Perjuangan ini memastikan, hak angket tersebut murni dalam rangka mengawasi penyimpangan di lembaga antirasuah tersebut.

"Nggak ada kaitan angket dengan nama-nama yang disebutkan di sidang. Ini bentuk pengawasan terhadap penyelidikan," ucapnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP