Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Disandera Kelompok Bersenjata di Yaman, WNI Adib Nadib Bebas Dibantu Oman

Disandera Kelompok Bersenjata di Yaman, WNI Adib Nadib Bebas Dibantu Oman Menlu Oman bertemu Jusuf Kalla. ©2019 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Oman yang membantu pembebasan seorang warga Indonesia, Adib Nadim pada Rabu (13/3), setelah disandera kelompok bersenjata di Yaman sejak November 2018 lalu. Hal tersebut dikatakan JK usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Oman Yusuf bin Alawi bin Abdullah di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (14/3).

"Wakil Presiden juga mengatakan terima kasih. Saya secara detail tadi menyampaikan dalam pertemuan bilateral saya dengan mereka," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai mendampingi JK bertemu dengan Yusuf di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (14/3).

Upaya pembebasan dilakukan dengan bekerja sama otoritas keamanan Kesultanan Oman dan pihak KBRI Muscat di Sanaa. Dia kemudian ditahan selama 99 hari bersama 7 WNA lainnya. Dia dibebaskan pada 7 Maret 2019 dan pulang ke Tanah Air pada Rabu (13/3) kemarin.

Tidak hanya itu, Retno juga sudah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kesultanan Oman yang sudah membantu upaya pembebasan. Ucapan itu disampaikan langsung kepada Menlu Oman Yusuf bin Alawi pada pagi ini.

"Atas nama Pemerintah Indonesia, saya menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan otoritas keamanan Kesultanan Oman dalam pembebasan seorang WNI di Yaman," kata Retno.

Pemerintah Indonesia mengimbau kepada seluruh WNI untuk tidak berkunjung ke Yaman sejak pecahnya konflik bersenjata pada tahun 2015. Hingga saat ini imbauan tersebut masih belum dicabut sebab secara umum situasi keamanan di Yaman belum kondusif.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP