Pembangunan fregat Merah Putih dimulai sejak peletakan bagian bawah kapal atau lunas kapal (keel laying) pada 25 Agustus 2023 untuk satu unit.
Pembangunan kapal perang buatan dalam negeri fregat Merah Putih hingga kini masih dilakukan PT PAL Indonesia. Kapal fregat itu diproyeksikan operasional dan dapat memperkuat TNI Angkatan Laut pada 2028.
Pembangunan fregat Merah Putih dimulai sejak peletakan bagian bawah kapal atau lunas kapal (keel laying) pada 25 Agustus 2023 untuk satu unit. Ada dua unit fregat dipesan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menemui para pekerja galangan kapal PT PAL yang membangun kapal perang buatan dalam negeri fregat Merah Putih di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (23/1).
Advertisement
Prabowo menyampaikan pembangunan fregat Merah Putih membanggakan, karena untuk pertama kalinya Indonesia mencetak sejarah membangun kapal perang frigat di dalam negeri.
"Ini sangat membanggakan, berarti kita membuat sejarah, kapal perang terbesar dan 100 persen dibuat oleh putra-putri Indonesia,” kata Prabowo sebagaimana dikutip dari siaran tertulisnya di Jakarta, Rabu (24/1).
Advertisement
Prabowo berharap para pekerja bersemangat sampai mimpi membangun fregat pertama dalam negeri itu terwujud.
“Terima kasih atas dedikasi saudara-saudara. Terima kasih atas prestasi, kapasitas saudara-saudara,” kata Prabowo kepada para pekerja galangan kapal PT PAL.
Advertisement
Spesifikasi Fregat Merah Putih
Kapal fregat Merah Putih ke–1 memiliki panjang 140 meter dengan displacement sebesar 5.996 ton. Armada ini nantinya akan dilengkapi dengan teknologi pengindraan serta persenjataan yang lebih modern.
Berdasarkan keterangan tertulis dari PT PAL menyebutkan fregat Merah Putih akan menggunakan sistem penggerak diesel gabungan (CODAD).
Kecepatan maksimum kapal diproyeksikan 28 knot dengan beban penuh serta daya jelajah tahan sejauh 9.000 mil pada kecepatan 18 knot.
Advertisement
Selain itu, kapal ini akan dilengkapi dengan sistem peluncuran vertikal berisi 24 sel (VLS) untuk peluru kendali permukaan-ke-udara (SAM) jarak menengah, 32 sel VLS untuk SAM jarak jauh, dan 16 sel untuk peluru kendali permukaan-ke-permukaan (SSM).