Dipelihara warga, 4 bayi orangutan kondisinya memprihatinkan
Merdeka.com - Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah serta yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Nyaru Menteng Kalimantan Tengah, menyita empat bayi orangutan dari tangan warga. Kesemuanya kini berada dalam perawatan yayasan BOS Nyaru Menteng.
Empat orangutan disita sejak tanggal 1 Februari 2016 lalu. Saat itu, masyarakat berulang kali menginformasikan, adanya orangutan yang dipelihara warga.
"Kita cek, kita datangi di barak karyawan kebun sawit di kilometer 47 Palangkaraya. Ternyata, benar ada warga pelihara bayi orangutan betina usia sekitar 1,5 tahun. Kondisinya, dirantai di depan barak, dekat kandang pupuk dan pestisida," kata Juru Bicara Yayasan BOS Nyaru Menteng, Monterado Fridman, kepada merdeka.com, Kamis (4/2).
Upaya untuk menyita, rupanya tidak berjalan mulus. Sebab, warga yang memeliharanya bersikeras untuk tidak menyerahkan kepada petugas BKSDA.
"Akhirnya setelah diberi pengertian, dengan berat hati, warga itu menyerahkan juga. Sekarang dititipkan di yayasan BOS Nyaru Menteng," ujar Fridman.
"Kondisinya mulai membaik, sekarang sedikit trauma kalau dekat dengan orang yang baru dia tahu, dia kenal," tambahnya.
Berselang dua hari kemudian, Rabu (3/2) kemarin, petugas BKSDA Kalteng dan BOS Nyaru Menteng, kembali menyita satu orangutan jantan dari tangan warga, yang diperkirakan usia lima bulan.
"Lokasinya, di Desa Tanjung Kalanis, kami harus pulang pergi 400 kilometer untuk menjemput bayi orangutan itu. Dipelihara warga sudah 4 bulan ini," ujar Fridman.

"Kondisinya memprihatinkan, ada luka di punggung, sehingga dia cuma bisa berbaring, berada di sangkar atau kandang yang biasa digunakan untuk kandang kucing," tambahnya.
Masih pada Rabu (3/2), petugas kembali menyita satu orangutan betina, dari tangan warga di Desa Timpah, Kabupaten Kapuas. Orangutan itu berusia 2 tahun, yang dipelihara warga sejak tahun 2014 lalu.
"Warga desa Timpah ini sadar, bahwa memelihara orangutan, bisa dikenakan sanksi. Untuk itu, berinisiatif menyerahkannya kepada petugas," ungkap Fridman.
Tidak cukup sampai di situ, Kamis (4/2) hari ini, tim BKSDA Kalteng dan Yayasan BOS Nyaru Menteng, kembali menyita satu bayi orangutan betina berusia 5 bulan dari tangan warga di Desa Tumbang Talaken, Kabupaten Gunung Mas.
"Tangannya diduga patah, karena ada pembengkakan. Sekarang dalam perjalanan ke BOS Nyaru Menteng" sebut Fridman.
Dengan demikian, lanjut Fridman, BOS Nyaru Menteng, sejak awal tahun 2016, menerima 4 bayi orangutan dari BKSDA Kalteng untuk dilakukan perawatan. Banyaknya orangutan yang disita dari tangan warga, berkat kerja sama yang dibangun antara warga dan petugas.
"Pascakebakaran hutan dan lahan di Kalteng yang merata, memang banyak yang keluar dari hutan. Mencuat kekhawatiran, orangutan menjadi komoditi untuk pasar gelap. Itu jangan sampai terjadi," tegas Fridman. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya