Dinyatakan Sehat, Eks Pasien RSJ Samarinda Malah Kabur dan Lompat ke Sungai

Kamis, 31 Oktober 2019 03:26 Reporter : Saud Rosadi
Dinyatakan Sehat, Eks Pasien RSJ Samarinda Malah Kabur dan Lompat ke Sungai Pencarian korban Supri di SKM Samarinda. ©2019 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Supri (34), warga Kutai Timur, dilaporkan nekat melompat ke Sungai Karang Mumus (SKM), saat kabur hendak dibawa pulang ke rumahnya, usai menjalani perawatan di RS Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda. Keberadaan Supri, tengah dicari tim SAR gabungan.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 10.30 Wita tadi. Dia dinyatakan medis setempat, dalam kondisi sehat, dan dipersilakan pulang. Namun kondisinya berbeda, ketika dia hendak menjalani pemeriksaan terakhir, sebelum pulang.

"Ternyata korban kabur. Ada saksi melihat, korban meloncat dari jembatan ke SKM (yang menghubungkan Jalan Pesut-Jalan Pangeran Suriansyah)," kata Kepala Basarnas Unit Siaga Samarinda Dede Hariana, ditemui merdeka.com di lokasi kejadian, Rabu (30/10).

Dede menerangkan, tim SAR gabungan melakukan penyisiran d SKM. Meski surut, bukan jaminan korban mudah ditemukan. "Dari kejadian sebelumnya, meski sungai surut, baru ditemukan 2-3 hari sejauh 500 meter dari lokasi korban diperkirakan hilang dan tenggelam," ujar Dede.

"Dugaan kami, korban luka setelah loncat ke sungai karena dangkal, karena ada benda-benda berbahaya di bawah permukaan sungai. Kemungkinan kedua, mengalami keram meski bisa berenang," tambahnya.

Dikonfirmasi merdeka.com terpisah, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Samarinda AKP Aldi Alfa membenarkan kejadian itu. Dua saksi warga, dimintai keterangan terkait peristiwa itu. Di antaranya, Sumiati (47), tak lain ibu korban.

Menurutnya, setelah lompat ke sungai dari atas jembatan, korban naik ke kapal yang melintas, dan kembali melompat ke sungai. "Sempat muncul ke permukaan sungai. Begitu hendak ditolong warga lagi, korban menyelamkan diri kembali ke sungai," terang Aldi.

Pantauan merdeka.com di lokasi, selain tim Basarnas dan Polsek Pelabuhan, unsur SAR lain yang terlibat dalam pencarian adalah relawan kebencanaan, berikut warga dan keluarga korban. Meski sempat dilakukan penyelaman, belum ditemukan tanda keberadaan korban di sungai yang bermuara ke Sungai Mahakam itu. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Gangguan Jiwa
  2. Samarinda
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini