Dino Patti Djalal Ingatkan Pentingnya Tegaskan Solusi Dua Negara Palestina di Dewan Perdamaian

Pendiri FPCI Dino Patti Djalal mendesak Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia konsisten menegaskan prinsip Solusi Dua Negara Palestina di forum global, khususnya Dewan Perdamaian. Hal ini krusial untuk kemerdekaan Palestina.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dino Patti Djalal Ingatkan Pentingnya Tegaskan Solusi Dua Negara Palestina di Dewan Perdamaian
Pendiri FPCI Dino Patti Djalal mendesak Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia konsisten menegaskan prinsip Solusi Dua Negara Palestina di forum global, khususnya Dewan Perdamaian. Hal ini krusial untuk kemerdekaan Palestina. (AntaraNews)

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, baru-baru ini memberikan peringatan penting kepada Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah Indonesia. Ia menekankan perlunya terus menegaskan prinsip solusi dua negara serta kemerdekaan Palestina dalam setiap forum internasional, terutama di Dewan Perdamaian. Posisi ini merupakan amanat dan rujukan utama diplomasi Indonesia terkait isu Palestina.

Pernyataan Dino Patti Djalal ini muncul setelah pengamatannya terhadap pertemuan tingkat kepala negara Dewan Perdamaian di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada Kamis waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto tidak secara eksplisit menyinggung solusi dua negara maupun kemerdekaan Palestina dalam pernyataannya. Hal ini memicu kekhawatiran dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI tersebut.

Menurut Dino, penegasan mengenai solusi dua negara dan kemerdekaan Palestina adalah posisi prinsipil Indonesia yang harus selalu menjadi panduan utama. Ini berlaku setiap kali Indonesia berbicara mengenai Palestina di forum internasional, termasuk Dewan Perdamaian. Penegasan ini juga merupakan harapan besar dari berbagai organisasi massa Islam dan tokoh diplomasi nasional.

Dino Patti Djalal secara tegas menyatakan bahwa prinsip solusi dua negara ("two-state solution") dan kemerdekaan Palestina ("Palestinian statehood") harus selalu menjadi rujukan utama. Hal ini berlaku dalam setiap pidato Presiden dan Menteri Luar Negeri pada semua forum yang membahas isu Palestina. Ia secara khusus menyoroti pentingnya penegasan ini di Dewan Perdamaian, sebuah forum global yang memiliki pengaruh signifikan.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI ini menemukan bahwa beberapa negara lain, seperti Arab Saudi, Qatar, Mesir, Turki, Pakistan, dan Maroko, telah menyinggung isu solusi dua negara dalam pidato singkat mereka. Mereka menyampaikannya pada pertemuan Dewan Perdamaian. Oleh karena itu, Dino berharap Presiden Prabowo dapat menyampaikan penegasan serupa secara langsung kepada pihak-pihak terkait, termasuk Donald Trump, yang ia sebutkan dalam konteks BoP.

Dino meyakini bahwa ketegasan Indonesia di Dewan Perdamaian terkait isu ini akan memastikan kepentingan Palestina senantiasa terlindungi. Ia juga menekankan bahwa tidak cukup bagi Palestina hanya menjadi damai, aman, dan makmur. Tanpa kemerdekaan, semua upaya tersebut tidak akan memiliki arti yang sesungguhnya.

Ia memahami bahwa tidak disinggungnya kedua prinsip tersebut oleh Presiden Prabowo mungkin disebabkan oleh keterbatasan waktu berbicara. Namun, Dino menegaskan bahwa tidak ada pihak di Indonesia yang menginginkan Dewan Perdamaian disalahgunakan. Terutama untuk membungkam aspirasi kemerdekaan Palestina.

Pertemuan kepala negara anggota Dewan Perdamaian di Washington, D.C., merupakan momen penting. Ini adalah pertemuan perdana organisasi tersebut sejak Piagam Dewan Perdamaian ditandatangani di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen Indonesia terhadap upaya perdamaian global.

Dalam konteks ini, Dino Patti Djalal menekankan bahwa posisi prinsip Indonesia mengenai solusi dua negara dan kemerdekaan Palestina harus selalu menjadi rujukan utama. Hal ini sangat krusial saat Indonesia berinteraksi di forum internasional. Terutama ketika berhadapan dengan entitas seperti Dewan Perdamaian.

Indonesia memiliki sejarah panjang dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Oleh karena itu, konsistensi dalam menyuarakan prinsip-prinsip ini menjadi sangat penting. Hal ini tidak hanya mencerminkan komitmen Indonesia terhadap keadilan, tetapi juga memperkuat posisi diplomasi negara di mata dunia.

Melalui penegasan yang berkelanjutan, Indonesia dapat memastikan bahwa aspirasi Palestina untuk memiliki negara berdaulat tidak terpinggirkan. Ini juga menjadi bukti nyata bahwa Indonesia tetap teguh pada amanat konstitusi dan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi