Dinkes Uji Kandungan Pangan Takjil Puasa, Minimalisir Risiko Keracunan

Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir risiko keracunan pangan di tengah tingginya konsumsi makanan siap saji saat berbuka.

Endang Saputra
Oleh Endang Saputra - Reporter
Dinkes Uji Kandungan Pangan Takjil Puasa, Minimalisir Risiko Keracunan
Dinkes Uji Kandungan Pangan Takjil Puasa, Minimalisir Risiko Keracunan (Merdeka.com)

Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Dinkes Tangsel) melakukan monitoring dan pengawasan keamanan pangan hidangan berbuka puasa atau takjil di sejumlah titik strategis selama Ramadan.

Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir risiko keracunan pangan di tengah tingginya konsumsi makanan siap saji saat berbuka.

Kepala Dinkes Kota Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan petugas dari sejumlah UPTD puskesmas yang turun langsung ke lapangan melakukan inspeksi dan uji sampel makanan.

"Untuk memastikan masyarakat dapat beribadah dengan tenang dan sehat, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan bersama UPTD Puskesmas se-Kota Tangerang Selatan melakukan monitoring dan pengawasan keamanan pangan di berbagai titik strategis wilayah Tangerang Selatan," kata Allin.

Menurutnya, monitoring dilakukan sebagai upaya Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam menjamin kualitas pangan olahan siap saji yang dijual kepada masyarakat.

"Langkah ini dilakukan guna menjamin kualitas pangan olahan siap saji serta mencegah risiko keracunan pangan. Petugas melaksanakan uji petik sampel takjil yang berpotensi tercemar, memastikan tidak adanya penggunaan bahan tambahan pangan yang dilarang," kata Allin.

Selain melakukan uji petik sampel, petugas juga memberikan sosialisasi dan edukasi langsung kepada para pedagang. Edukasi tersebut mencakup pentingnya menjaga kebersihan makanan serta menghindari paparan zat kimia berbahaya.

"Kami edukasi pedagang untuk menjaga pangan selalu higienis dan tertutup, tempat berjualan bersih, tertata, dan jauh dari sumber limbah, serta menggunakan wadah yang aman atau food grade bagi konsumen," katanya.

Rekomendasi