Dinkes Mataram Dorong Pembentukan Layanan Kesehatan Perkantoran untuk Tingkatkan Produktivitas Pegawai

Dinas Kesehatan Kota Mataram gencar mendorong pembentukan Layanan Kesehatan Perkantoran Mataram guna meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, dan produktivitas pegawai di lingkungan kerja.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dinkes Mataram Dorong Pembentukan Layanan Kesehatan Perkantoran untuk Tingkatkan Produktivitas Pegawai
Dinas Kesehatan Kota Mataram gencar mendorong pembentukan Layanan Kesehatan Perkantoran Mataram guna meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, dan produktivitas pegawai di lingkungan kerja. (AntaraNews)

Dinkes Mataram Dorong Pembentukan Layanan Kesehatan Perkantoran

Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, secara aktif mendorong perkantoran di wilayahnya untuk bertransformasi menjadi pusat atau kantong layanan kesehatan. Inisiatif ini bertujuan untuk secara signifikan meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, dan produktivitas para pegawai. Langkah strategis ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan mendukung kinerja optimal.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, pada Jumat (26/12) di Mataram, menegaskan bahwa penyediaan layanan kesehatan langsung di perkantoran akan memberikan akses mudah bagi pegawai. Akses ini mencakup layanan preventif atau pencegahan serta kuratif untuk pengobatan ringan yang dapat ditangani langsung di tempat kerja.

Menurut dr. Emirald, adanya Layanan Kesehatan Perkantoran Mataram akan membawa banyak manfaat. Hal ini tidak hanya akan menghemat waktu dan mengurangi tingkat absensi pegawai, tetapi juga menumbuhkan budaya hidup sehat. Lebih lanjut, inisiatif ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan karyawannya, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kinerja dan keberlangsungan perkantoran atau perusahaan.

Manfaat Layanan Kesehatan di Lingkungan Kerja

Pembentukan Layanan Kesehatan Perkantoran Mataram menawarkan berbagai keuntungan esensial bagi pegawai dan perusahaan. Salah satu manfaat utamanya adalah efisiensi waktu yang signifikan, karena pegawai tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam untuk antre di fasilitas kesehatan eksternal. Kondisi ini memungkinkan pegawai untuk tetap produktif di tempat kerja, mengurangi waktu yang hilang akibat keperluan medis.

Selain itu, kehadiran layanan kesehatan di kantor dapat menekan angka absensi pegawai yang disebabkan oleh masalah kesehatan. Dengan akses cepat ke pemeriksaan dan pengobatan, masalah kesehatan dapat ditangani lebih dini sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Ini juga merupakan bentuk kepedulian perusahaan yang dapat meningkatkan moral dan loyalitas karyawan.

Layanan kesehatan di perkantoran juga berperan penting dalam menumbuhkan budaya hidup sehat di kalangan pegawai. Melalui pemeriksaan rutin dan edukasi kesehatan yang berkelanjutan, pegawai akan lebih termotivasi untuk menjaga kondisi fisik mereka. Hal ini pada gilirannya akan menciptakan tenaga kerja yang lebih sehat, energik, dan produktif, yang esensial bagi keberlanjutan operasional perusahaan.

Model dan Implementasi Layanan Kesehatan Perkantoran

Dinas Kesehatan Kota Mataram telah mengidentifikasi beberapa model Layanan Kesehatan Perkantoran Mataram yang dapat diterapkan. Model ini mencakup Program Unit Pelayanan Kesehatan Perkantoran (UPKP) atau pembentukan klinik di lingkungan kerja. Kedua opsi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan kesehatan pegawai dengan fleksibilitas yang berbeda.

UPKP secara khusus ditujukan untuk melayani pegawai atau karyawan internal di sekitar lokasi perkantoran tersebut. Sementara itu, klinik perkantoran memiliki jangkauan layanan yang lebih luas, memungkinkan mereka untuk melayani tidak hanya internal tetapi juga eksternal perkantoran. Penting untuk dicatat bahwa masyarakat umum dapat memanfaatkan layanan klinik perkantoran ini selama mereka memiliki BPJS Kesehatan, berbeda dengan UPKP yang sifatnya hanya melayani internal.

Hingga saat ini, Dinkes Kota Mataram telah berhasil membentuk empat UPKP di lokasi strategis, yaitu di Sekretariat Kantor Wali Kota Mataram, Kantor Dinas Kesehatan, Mal Pelayanan Publik, dan Pasar ACC. Keberhasilan implementasi ini menjadi contoh nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat pekerja.

Salah satu contoh keberhasilan implementasi Layanan Kesehatan Perkantoran Mataram adalah di Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram. Ketika Dinkes menawarkan pembentukan layanan kesehatan, pihak Kejari merespons positif dengan membentuk klinik yang bahkan sudah berizin. Inisiatif ini diharapkan dapat memotivasi instansi vertikal lain, termasuk perbankan dan perhotelan, untuk mengikuti jejak yang sama.

Dukungan Dinkes Mataram dan Harapan ke Depan

Dinas Kesehatan Kota Mataram menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi penuh pembentukan Layanan Kesehatan Perkantoran Mataram, baik itu berupa UPKP maupun klinik. Dinkes akan memastikan bahwa semua proses berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku, memberikan dukungan teknis dan administratif yang diperlukan.

Tidak hanya itu, Dinkes juga siap memperbantukan personel kesehatan jika pihak perkantoran tidak memiliki petugas medis sendiri. Ini menunjukkan komitmen kuat Dinkes dalam mengatasi hambatan yang mungkin muncul dalam pembentukan layanan ini. Dengan demikian, setiap perkantoran memiliki kesempatan untuk menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai bagi karyawannya.

Pembukaan layanan kesehatan di perkantoran harus terus dimasifkan, dan petugas kesehatan tidak boleh hanya pasif menunggu pasien di fasilitas kesehatan yang sudah ada. Keberadaan kantong-kantong layanan kesehatan di instansi akan mendorong pegawai untuk rutin melakukan pengecekan kesehatan. Hal ini juga memungkinkan pemetaan dini kondisi kesehatan pegawai, mengidentifikasi mereka yang berisiko tinggi atau tidak, untuk penanganan yang lebih tepat dan terencana.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi