Dinkes Kulon Progo bantah ada warga meninggal karena antraks
Merdeka.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta membantah adanya korban meninggal dunia karena terjangkit antraks di wilayahnya. Bantahan ini disampaikan Kepala Dinkes Kulon Progo Bambang Haryatno saat dihubungi merdeka.com, Kamis (19/1).
"Memang benar ada warga bernama Wakijo yang kemarin terkena antraks meninggal dunia. Namun meninggal dunianya bukan karena terkena antraks. Sebelum pulang kondisinya sudah baik. Almarhum selain sudah berusia 79 tahun juga memiliki riwayat gagal ginjal akut," jelas Bambang.
Bambang menerangkan bahwa ke 16 warga yang sebelumnya terkena antraks sudah pulang ke rumah masing-masing. Ke 16 warga tersebut sudah dinyatakan sehat kondisinya dan sudah beraktivitas seperti semula.
Untuk mengatasi permasalahan antraks ini, Dinkes Kulon Progo mengadakan pelatihan khusus kepada puskesmas dan rumah sakit di wilayah Kulon Progo, Kamis (19/1). Pelatihan ini diisi oleh pembicara dari tim medis asal Solo yang pernah menangani kasus antraks di Boyolali dan tim ahli kulit dari RSUP Dr Sardjito.
"Kita langsung mengadakan pelatihan supaya tim medis di Kulon Progo bisa tanggap jika menemukan kasus antraks di wilayahnya. Adanya kasus antraks ini membuat kami menetapkan bahwa ini merupakan Kejadian Luar Biasa (KLB). Alasannya karena kasus antraks ini pertama kalinya terjadi di Kulon Progo," sambung Bambang.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, 16 warga di Dusun Ngroto, Ngaglik, dan Penggung, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo tertular antraks. Mereka tertular antraks setelah mengonsumsi daging sapi yang mati mendadak.
Awalnya, 16 warga ini diduga terkena gigitan serangga tomcat. Namun setelah dilakukan penelitian lebih mendalam, ternyata warga tersebut terkena antraks.
Ke 16 warga ini mengalami gejala kulit melepuh, merah, kering dan menghitam yang hampir mirip dengan serangan serangga tomcat. Saat ini ke-16 warga sudah diperbolehkan pulang ke rumah karena kondisinya sudah sehat.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya