Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Digeledah polisi, pelajar kedapatan bawa alat isap sabu

Digeledah polisi, pelajar kedapatan bawa alat isap sabu Ilustrasi Narkoba. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi menggeledah sekelompok pelajar yang tengah berkumpul di lorong dekat kawasan sebuah sekolah pelayaran di Kelurahan Biring Romang, Kecamatan Manggala, Makassar, Rabu (15/3) pukul 10.00 WITA. Hasilnya, ditemukan peralatan konsumsi narkoba yang terjatuh dari tubuh salah seorang pelajar saat digeledah.

Kapolsek Manggala, AKP Asniati menjelaskan, ihwal tertangkapnya para pelajar itu berasal dari laporan anggota Babinkamtibmas Polrestabes Makassar Aiptu Asmar yang bertugas di Kelurahan Biring Romang, bahwa ada sekelompok anak muda berkumpul dan gelagatnya mencurigakan. Unit Reskrim kemudian menindaklanjuti dengan mendatangi lokasi.

Setiba di lokasi tempat anak-anak muda itu berkumpul, mereka langsung digeledah. Polisi menemukan barang bukti berupa dua lembar saset plastik kecil tempat sabu, 1 pirex atau alat timbang digital, 1 pipet, 1 korek gas dan satu pembungkus rokok tempat saset plastik itu ditemukan.

"Barang-barang bukti yang dikenal sebagai alat isap sabu itu ditemukan terjatuh dari tubuh salah seorang diantara mereka," tutur AKP Asniati.

Mereka yang digeledah ini masing-masing berinisial RA, (15), As, (15), MH, (16) dan Ry, (19). Yang berstatus pelajar ini atas nama RA. Keempatnya kemudian digiring ke Mapolsek Manggala. Setelah diinterogasi, polisi kemudian mengembangkannya lagi.

"Dari interogasi, seorang diantaranya yang berinisial Ry mengaku jika peralatan sabu itu milik As," kata AKP Asniati.

Ditangkaplah tiga orang lagi masing-masing berinisial AA, (16) dan Fa, (16), keduanya pelajar. Lalu satu lagi berinisial As, (17) yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang bersih taman. Penangkapannya berlangsung di rumah As. Di situ ditemukan lagi barang bukti berupa 2 saset plastik kecil tempat sabu, 1 pipet dan 2 korek gas. Dengan demikian, mereka yang tertangkap ini semuanya ada enam orang.

AKP Asniati menambahkan, keterlibatan anak-anak muda ini dalam bisnis narkoba sudah terhitung jauh karena dari hasil interogasi, pelajar yang berinisial AA mengakui perbuatannya jika dirinya bersama Fa, juga pelajar yang menjual sabu seharga Rp 100 ribu dan menyerahkan uang hasil penjualannya ke lelaki As yang seorang pekerja taman.

"Data detilnya kita belum bisa rincikan karena ini semua masih pengembangan. Masih sedikit informasi yang dikorek dari para pelajar dan anak muda lainnya itu karena mereka memang baru saja ditangkap," tutup AKP Asnianti.

Sementara itu, Kapolrestabes Makassar, Kombes Polisi Endi Sutendi yang dikonfirmasi di kesempatan berbeda mengatakan, pihaknya cukup prihatin dengan kasus tertangkapnya anak-anak yang masih di bawah umur ini.

"Sangat disayangkan karena usia produktif mereka itu masih panjang tapi sudah terlibat hal-hal yang terlarang," tutur Endi Sutendi.

Ditambahkan, meski usia mereka masih di bahwa umur tapi tetap akan melalui proses hukum. Hanya saja ada penanganan khusus. Soal hukumannya, pihak pengadilan nanti yang akan putuskan, apakah direhabilitasi, divonis pidana atau diversi. Polisi hanya mengantar proses penegakan hukumnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP