Diduga Korupsi Rp 63 Miliar, Kejati Tahan Eks Dirut PT Dok dan Perkapalan Surabaya

Rabu, 15 Mei 2019 20:04 Reporter : Erwin Yohanes
Diduga Korupsi Rp 63 Miliar, Kejati Tahan Eks Dirut PT Dok dan Perkapalan Surabaya ilustrasi borgol. © flagstaff-lawyer.com

Merdeka.com - Riry Syeried Jetta, mantan Direktur Utama (Dirut) PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. Dia ditahan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kapal floating crane di PT DPS senilai Rp 63 miliar.

Asisten Pidana Khusus Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyahdi mengatakan, Riry dijebloskan ke Cabang Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas I Surabaya pada Kejati Jatim. Penahanan dilakukan setelah Riry diperiksa selama kurang lebih 7 jam.

"Dirut PT DPS periode 2014-2016 tersebut disangka turut melakukan korupsi bersama tersangka Antonius Aris Saputra (berkas terpisah) selaku Dirut A&C Trading Network (ACTN) yang berkedudukan di Singapura," ujar Didik, Rabu (15/5).

Didik menjelaskan, saat pengadaan kapal tersangka Riry tidak melibatkan tim yang telah dibentuk. Untuk mengelabui seolah-olah pengadaan dilaksanakan sesuai ketentuan, banyak dokumen yang dibuat tanggal mundur (backdate).

"Kapal yang dipesan itu adalah kapal ex Rusia yang dibuat tahun 1973. Jadi usianya sudah 43 tahun lebih. Padahal sesuai peraturan menteri perdagangan Nomor 75 tahun 2013 pengadaan barang bekas maksimal usia 20 tahun," katanya.

Dalam pengadaan floating crane 8.500 TLC pada tahun 2015 itu, PT DPS telah mengeluarkan uang USD 4.500.000 atau senilai Rp 63 miliar. Namun kapal yang dipesan itu tidak pernah diterima sampai sekarang.

"Dalam proses pengadaan kapal floating crane itu diduga telah melanggar peraturan tentang pengadaan barang dan jasa. Termasuk Peraturan Menteri Perdagangan No 75 tahun 2013 yang mengatur ketentuan impor Barang Modal bukan baru," tegas Didik.

Di singgung mengenai tersangka lain dalam kasus ini, mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya ini mengaku belum ada. Namun pihaknya memastikan akan terus mengembangkan penyidikan kasus ini. Termasuk melihat fakta-fakta dipersidangan Antonius Aris Saputra selaku Dirut A&C Trading Network yang berkedudukan di Singapura.

"InsyaAllah segera kita tindaklanjuti lagi keterlibatan pihak lain. Kalau ada perkembangan, pasti kita informasikan," ucap Didik.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Riry dipersangkakan Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi (Tipikor).

Sebelumnya, penyidik Pidsus Kejati Jatim sebelumnya sudah menahan satu tersangka, yakni Dirut A&C Trading Network yang berkedudukan di Singapura, Antonius Aris Saputra. Kini, Antonius sudah menjalani sidang dugaan kasus korupsi yang menjeratnya, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Jalan Raya Juanda. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Korupsi
  2. Surabaya
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini