Diduga Dipicu Dendam, Anggota Geng Motor di Medan Aniaya Pemuda hingga Koma

Jumat, 5 April 2019 16:20 Reporter : Yan Muhardiansyah
Diduga Dipicu Dendam, Anggota Geng Motor di Medan Aniaya Pemuda hingga Koma ilustrasi garis polisi. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Sekelompok pemuda yang tergabung dalam salah satu geng motor menyerang rumah rival mereka di Jalan Pembangunan V, Tanjung Gusta Medan. Seorang remaja yang tengah berada di sekitar lokasi menjadi korban dan mengalami luka serius.

Akibat penganiayaan itu, pemuda bernama Rico Lumbanraja (14) terpaksa menjalani operasi otak dan tangan. Siswa SMA St Thomas III Medan ini bahkan sempat koma, tidak sadarkan diri selama 6 hari. Hingga Jumat (5/4), warga Gaperta Ujung, Medan, ini masih dirawat di RS Royal Prima.

Berdasarkan informasi dihimpun, penyerangan terjadi pada Minggu (24/3) sekitar pukul 00.30 WIB. Aksi itu dilakukan sekitar 30 orang pemuda yang tergabung dalam Geng Motor 'Ezto'.

Puluhan pemuda yang mengendarai sepeda motor awalnya menyerang rumah Jojo, yang merupakan teman Rico, di Jalan Pembangunan V. Rumah itu dilempari dengan batu.

"Awalnya berkelahi di simpang. Karena ramai orang si Jojo lari ke arah rumahnya," kata Zul Lubis (45), sekuriti perumahan di kawasan itu.

Jojo mampu menyelamatkan diri ke rumah warga. Namun rumahnya dilempari dengan batu. Sementara Rico yang berada sekitar lokasi menjadi bulan-bulanan. Dia dihajar beramai-ramai secara brutal.

Rico tergeletak berlumur darah dan tak berdaya. Tubuhnya sempat dilindas sepeda motor. "Pelaku mengakui ada melindas korban," kata Kapolsek Helvetia Kompol Trila Murni.

Tubuh Rico ditemukan polisi di tengah jalan, sekitar 100 meter dari rumah Jojo. Dia kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Polisi masih mendalami penganiayaan ini. Mereka memeriksa saksi-saksi dari mengumpulkan rekaman CCTV. "Kami berusaha untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas," ucap Trila.

Sejauh ini polisi sudah mengamankan tiga tersangka penganiaya Rico. Mereka diamankan dua hari setelah penyerangan. Polisi masih berusaha mencari pelaku lainnya. Identitas mereka sudah diketahui.

Trila memaparkan, pelaku penyerangan dipastikan berasal dari Geng Motor Ezto. Sementara korban diduga berasal dari kelompok lain. Ada yang menyebut Genk Motor XL dan ada pula yang menyebut nama Kentang Kupas Family.

Pelaku yang sudah diamankan mengaku melakukan penganiayaan itu sebagai tindak balasan, karena kelompok korban juga menganiaya teman mereka.

"Pengakuan mereka, yang diserang itu ada memukul anggota kelompok para pelaku," ujarnya.

Namun polisi tidak begitu saja mempercayai pengakuan pelaku. Mereka masih mendalami motif pasti penyerangan.

"Dugaan sementara, motifnya karena ada pemukulan sebelumnya. Tapi kami masih melakukan pengembangan setelah tiga pelaku diamankan. Nanti akan ada yang jadi pelaku perusakan atau penganiayaan," jelas Trila. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Geng Motor
  2. Penganiayaan
  3. Medan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini