KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Diduga depresi sakit diabetes dan stroke, Mantra nekat gantung diri

Kamis, 20 April 2017 01:32 Reporter : Gede Nadi Jaya
Ilustrasi gantung diri. ©shutterstock.com

Merdeka.com - I Nyoman Mantra (76), pria paruh baya asal Banjar Dauh Pangkung Jangu, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Jembrana ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa tergantung di kusen belakang rumahnya, Rabu (19/4).

Diduga, Mantra nekat gantung diri karena depresi. Sebelumnya dia terus mengeluhkan sakit diabetes dan stroke yang dideritanya.

Kakek ini ditemukan tewas oleh anaknya Ni Komang Wiartini (42) jelang petang. Saat itu Wiartini hendak mengantar anaknya Komang Wahyu AP (12) mandi ke kamar mandi.

"Saat menuju ke kamar mandi, saksi melihat benda tergantung di kusen belakang rumah. Karena agak gelap, saksi kemudian mendekat dan setelah diperhatikan ternyata yang tergantung tersebut bapaknya," terang Kanit Reskrim Polsek Mendoyo, Iptu Andi Yaqin, Rabu (19/4).

Kejadian itu disampaikan kepada suaminya dan kerabat lainnya. Atas kesepakatan keluarga, korban kemudian diturunkan. Keluarga korban melaporkan peristiwa itu ke aparat desa lalu diteruskan ke polisi.

Yaqin menuturkan, berdasarkan keterangan saksi, korban gantung diri menggunakan tali plastik warna biru dan terlilit kabel warna hitam. Dia mengenakan baju kaos warna putih dan celana pendek warna hitam.

Dari hasil pemeriksaan dan olah TKP serta keterangan dokter Puskesmas Mendoyo, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan. Diduga korban nekad gantug diri lantaran sakit komplikasi diabetes dan stroke yang tak kunjung sembuh. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Bunuh Diri
  2. Denpasar

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.