Diduga bunuh diri, pasien di RS swasta Pontianak terjun dari lantai 4
Merdeka.com - Seorang pasien berinisial SM (43) warga Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, diduga bunuh diri dengan cara terjun dari lantai empat Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak, Minggu. Saat hendak dievakuasi, tubuhnya dalam kondisi sangat mengenaskan.
"Pasien tersebut diduga depresi terkait penyakit HIV, sehingga tadi pagi sekitar pukul 07.30 WIB, ia ditemukan tergeletak dengan kondisi mengenaskan di halaman Rumah Sakit tersebut," kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kota, Kompol Muhammad Husni Ramli di Pontianak. Demikian dikutip dari Antara, Minggu (5/11).
Ia menjelaskan, kesimpulan sementara korban diduga bunuh diri dengan cara melompat dari lantai empat rumah sakit tersebut. Husni menambahkan, korban sudah dirawat selama selama hari di RS Santo Antonius Pontianak Kota. Selama masa perawatan, dia juga ditemani istri dan anaknya.
"Dokter menangani korban selama dirawat di RS tersebut adalah dr Petrus Hasibuan dan korban terindikasi mengidap HIV," katanya.
Pada saat korban terjun dari jendela kamar VIP 333 ruang Maria 2 lantai 4 ini, tidak ada satu pasien pun yang mengetahuinya. Kebetulan juga, istri korban sedang mencari makanan di luar dan anak korban yang menjaga pasien juga sedang berada dalam toilet.
"Melihat kosong tanpa penjagaan, korban beranjak dari tempat tidur perawatan dan kemudian meloncat dari lantai empat hingga jatuh di pekarangan Rumah Sakit Santo Antonius, akibatnya korban meninggal dunia di tempat kejadian," ujarnya.
Di lokasi kejadian, ada tiga orang petugas keamanan bersama seorang perawat perempuan yang mengangkat jasad korban dari halaman RS Santo Antonius tersebut.
"Hingga saat ini jenazah korban masih berada di UGD RS Santo Antonius," kata Husni.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya