Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Didominasi orang gila, pondok sosial di Surabaya kelebihan kapasitas

Didominasi orang gila, pondok sosial di Surabaya kelebihan kapasitas Liponsos Surabaya overload. ©2016 merdeka.com/moch. andriansyah

Merdeka.com - Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) di Kota Surabaya, Jawa Timur, kelebihan kapasitas. Jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di wilayah ini mencapai 1.549 orang. Sementara kapasitas gedungnya, hanya berdaya tampung 1.000 orang.

‎Dari 1.549 jiwa di Liponsos itu, didominasi penderita psikotik (keterbelakangan mental), yaitu 1.316 orang. Disusul gelandang pengemis sejumlah 211 orang, WTS (Wanita Tuna Susila) ada 12 orang, anak jalanan ada delapan orang dan waria ada dua orang.

Para penghuni Liponsos ini, ditampung di lima barak yang masing-masing memiliki empat ruangan berukuran 24 x 4 meter persegi. Tiap ruangan ini untuk memisah PMKS laki-laki dan perempuan.

"Jadi kita ada klaster-klaster untuk membagi mereka. Klaster paling rendah adalah untuk menampung mereka yang kondisinya parah. Klaster tertinggi adalah mereka yang sudah mendekati sembuh," kata Kadinsos Surabaya, Supomo ditemui di Liponsos Kota Surabaya, Jalan Keputih, Rabu (26/10).

liponsos surabaya overload

Sementara bertambahnya jumlah penghuni Liponsos ini, lanjut Supomo, ada beberapa faktor. Pertama, beberapa penghuni yang tengah dirawat di rumah sakit, ketika sudah sembuh dikembalikan lagi ke Liponsos.

"Kemudian, bagi mereka (penderita psikotik) yang sudah sembuh, tidak diterima lagi oleh keluarganya. Intinya mereka ini sudah menjadi orang terbuang. Ya terpaksa kita rawat di sini," sambungnya.

Faktor lain, Wali Kota Tri Rismaharini yang memiliki kepedulian terhadap PMKS yang terlantar di jalanan, membawa mereka ke Liponsos agar mendapat perawatan layak. "Ini sudah menjadi tanggung jawab pemerintah sesuai amanah Pasal 34 UUD 1945. Jadi meski kondisinya sudah overload seperti ini, mau tidak mau kita wajib merawat mereka," kata Supomo.

Idealnya, kata Supomo lagi, daya tampung Liponsos itu maksimal 900 orang. "Tapi kita mampu 1.000 orang. Namun, kondisinya saat ini sudah overload, yaitu mencapai 1549 orang, yang didominasi penderita psikotik."

"Ya memang, kalau dilihat antara kondisi gedung dan jumlah penghuninya, kita overload. Tapi kalau dilihat dari perawatan, kita masih mampu merawat mereka di Liponsos," sambungnya.

Terlebih lagi, masih kata Supomo, faktor keluarga yang tidak mau menerima para penderita psikotik meski sudah sembuh. "Jadi kita terpaksa harus merawat mereka di sini. Bahkan sampai akhir hanyatnya," tandas Supomo.

‎Seperti diketahui, medio 2014 lalu, Wali Kota Tri Rismaharini telah memulangkan sekitar 50 PMKS yang sudah sembuh dari sakitnya ke daerahnya masing-masing. Dan pemulangan tersebut adalah kali kedua dilakukan Pemkot Surabaya.

‎Upaya pemulangan ini, sebagai bentuk kepedulian pemerintah kota agar para PMKS ini bisa hidup layak dan berkumpul lagi dengan keluarganya, setelah mendapat pembinaan dan pelatihan khusus. (mdk/ang)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP