Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Didi Kempot Meninggal, Wali Kota Solo Mengaku Mau Rekaman Lagu Ojo Mudik Hari Ini

Didi Kempot Meninggal, Wali Kota Solo Mengaku Mau Rekaman Lagu Ojo Mudik Hari Ini Didi Kempot. ©2020 Merdeka.com/Antara

Merdeka.com - Kabar meninggalnya The god father of broken heart, Didi Kempot mengejutkan banyak pihak. Salah satunya Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo. Dia mengaku kaget karena sempat berkomunikasi dengan Didi kemarin sore.

"Saya tentu syok mendengar kabar ini. Kemarin sore kami masih saling kontak," kata Rudy kepada wartawan di RS Kasih Ibu, Solo, Selasa (5/5).

Akhir-akhir ini, Rudy mengaku banyak berkomunikasi dengan Didi Kempot. Dia bersama Didi sedang terlibat rekaman lagu baru berjudul 'Ojo Mudik' atau jangan mudik jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Bahkan, hari ini keduanya berencana bertemu untuk proses rekaman dan pembuatan video klip lagu tersebut.

"Katanya tadi malam itu mau rekaman. Hari ini rencana ketemu saya. Kondisinya beliau itu sehat, fit," katanya.

Lagu tersebut mengandung pesan kepada masyarakat utamanya perantau agar tidak melakukan perjalanan mudik di tengah pandemi Covid-19. Selain wali kota, dalam video yang direkam di rumah dinas Loji Gandrung itu juga melibatkan Kapolresta Surakarta Kombes Pol Andy Rifai dan Dandim 0735/Surakarta, Letkol Inf Wiyata Sempana Aji.

Jika disimak syair lagu yang tayang di YouTube tersebut isinya mengisahkan tentang virus Corona yang tiba-tiba datang. Selain itu juga ajakan ke masyarakat agar rajin mencuci tangan, mengenakan masker dan menjaga jarak.

Pesan penting disampaikan Didi Kempot kepada perantau agar tidak mudik. Masyarakat juga diharap memaklumi jika mudik tidak disarankan saat wabah Covid-19 melanda.

"Saya ikut nyanyi sedikit like. Pembuatan video dilakukan dua pekan lalu di Loji Gandrung," ujar Rudy.

Rudy mengaku beberapa kali berkomunikasi dengan Didi Kempot dan diminta membantu sosialisasi anak seniman Ranto Edi Gudel itu. Dalam pembicaraan tersebut, Didi Kempot juga berjanji akan membantu memberi hadiah lomba kentongan.

"Isi lagunya sangat pas untuk sosialisasi pencegahan Covid-19. Liriknya mudah dipahami masyarakat Jawa, bahasanya mudah dan sudah akrab di telinga," katanya.

Rudy menambahkan, Kota Solo yang merupakan salah satu daerah tujuan mudik sangat rentan penularan virus corona. Sehingga pihaknya melakukan berbagai upaya pencegahan, salah satunya dengan sosialisasi bersama Didi Kempot. Selain itu, yang telah berlangsung saat ini adanya karantina pemudik selama 14 hari di Graha Wisata Niaga.

"Sampai sekarang, setiap hari masih ada yang masuk, 1, 2, 3 orang. Yang sudah kita pulangkan ada 95 orang, 56 pemudik masih kita karantina," tutupnya.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP