Kasus perundungan yang menimpa siswi SMP di Depok masih terus didalami. Korban telah melaporkan kasus ini ke Polres Metro Depok bersama orang tuanya pada Selasa (8/7). Saat ini polisi masih mengumpulan sejumlah bukti dan saksi untuk mengungkap kasus ini.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Bambang Prakoso mengatakan, korban sudah menjalani visum. Sejumlah saksi sudah diminta keterangan terkait perundungan yang terjadi di sebuah rumah di kawasan Beji, Depok pada Sabtu (5/7) malam itu.
"Kami sampaikan bahwa peristiwa tersebut diduga terjadi di wilayah Beji begitu. Atas peristiwa itu timbul satu korban dengan terduga pelaku ada dua anak. Orang tua korban membuat laporan polisi, lalu pada hari yang sama, kami langsung membawa korban ke rumah sakit untuk dilaksanakan visum et repertum," katanya, Kamis (10/7).
Dari keterangan awal, pemicu perundungan tersebut diduga adalah karena asmara. Korban pernah jalan bareng dengan pacar dari terduga pelaku.
"Jadi ada dua peristiwa jalan barengnya tidak pada waktu yang bersamaan," ujarnya.
Advertisement
Dari peristiwa tersebut membuat kekasihnya kesal dan meminta korban untuk meminta maaf. Itulah yang muncul di video bahwa korban diminta bersujud. Korban juga dipukul dan diinjak lehernya. Saat peristiwa itu terjadi ada teman korban yang melakukan siaran langsung di sosial media dan ditonton 500 orang.
"Kemudian karena tidak sesuai dengan keinginannya terduga pelaku terjadilah peristiwa yang kita saksikan di media sosial itu," ungkapnya.
Sejauh ini diketahui dari peristiwa tersebut hanya ada satu korban yaitu OZ (15), pelajar SMP di sebuah sekolah di Depok. Sedangkan terduga pelaku berjumlah dua orang dan saksi tiga orang.
"Jadi korban satu, terduga pelaku dua, ada tiga orang saksi lainnya," pungkasnya.
Sebelumnya, RA, ibu korban melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Depok. Dia mengaku tidak terima dengan perlakukan para terduga pelaku terhadap anaknya. Nur Fauziah