Dibakar Api Cemburu, Dua Kakek di Jeneponto Tewas
Merdeka.com - Dua kakek usia 70 tahunan, warga Desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulsel duel gara-gara dibakar api cemburu. Ironisnya, kedua kakek tersebut tewas mengenaskan, Rabu (24/7).
Kedua kakek ini adalah Mappa Daeng Ngence (74) dan Bisa Daeng Kulle (72). Sehari-hari keduanya adalah nelayan dan masih tetangga serta masih ada hubungan kekerabatan. Rumah keduanya di desa itu, sekitar 72 kilometer dari Makassar masih berhadapan hanya dibatasi jalan yang jaraknya kurang lebih 10 meter.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani menjelaskan, awalnya Mappa Daeng Ngence yang tewas setelah berkali-kali ditebas parang Bisa Daeng Kulle.
Keluarga Daeng Ngence Marah lalu mendatangi Daeng Kulle dan kakek ini pun tewas di massa di pinggir laut masih sekitar rumahnya.
"Motif kejadian ini diduga karena cemburu. Daeng Kulle mencurigai Daeng Ngence selingkuh dengan istrinya sehingga Daeng Kulle mendatangi Daeng Ngence di rumahnya dan terjadilah perkelahian berakhir dengan meninggalnya Daeng Ngence karena luka cukup parah yakni luka tebas parang di bagian dada, leher, tangan dan wajah," kata Dicky Sondani.
Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto yang juga dikonfirmasi menjelaskan, pukul 05.00 wita pagi tadi Daeng Kulle yang membawa sebilah parang mendatangi Daeng Ngence yang tengah memperbaiki jaring rumput lautnya.
"Terjadi pertengkaran antara keduanya lalu Daeng Kulle menganiaya Daeng Ngence hingga meninggal di tempat. Lalu Daeng Kulle pulang ke rumahnya bersembunyi, tapi didapati oleh keluarga korban dan akhirnya Daeng Kulle juga meninggal dunia dimassa oleh kerabat korban," kata Hery Susanto.
Dia membenarkan ada motif asmara di balik peristiwa naas yang dialami dua kakek itu.
Kini kondisi di lokasi kejadian telah kondusif. Petugas masih berjaga-jaga untuk menjamin tidak terulang kejadian susulan.
"Kita telah bertemu dengan keluarga masing-masing pihak, memberi penjelasan agar tidak terpancing atau terprovokasi guna menghindari kejadian lebih besar lagi. Tadi juga ada pemerintah setempat dan tokoh masyarakat," ujar AKBP Hery Susanto.
Kapolsek Bangkala, Iptu Bahtiar yang juga dikonfirmasi mengatakan, saat ini petugas distandbykan di dua lokasi, di pihak keluarga Daeng Ngence dan Daeng Kulle agar sama-sama menahan diri.
"Sementara kondusif. Daeng Bau istri Daeng Kulle sementara ini diamankan antisipasi jadi sasaran kemarahan warga," ujarnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya