Dianggap ODP, Pemudik yang Tiba di Yogyakarta Diminta Mengisolasi Diri 14 Hari
Merdeka.com - Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan antisipasi terhadap persebaran virus corona di daerahnya. Salah satunya dengan mengantisipasi para pemudik yang datang ke DIY.
Pemda DIY pun mengkategorikan para pemudik ini ke dalam orang dalam pemantauan (ODP). Para pemudik ini pun diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji meminta kepada Bupati maupun Wali Kota agar menugaskan Ketua RT melakukan pemantauan dan pencatatan para pemudik di wilayahnya.
"Kita sudah minta kepada bupati wali kota supaya menugaskan aparat terbawah (RT hingga kepala desa) untuk pencatatan dan pemantauan terhadap mereka yang ODP. Semua yang datang kita anggap ODP supaya perlakuan itu adalah mengisolasi diri di rumah masing-masing," ujar Aji di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kamis (26/3).
Aji menuturkan agar warga sekitar turut pula memantau para pemudik yang melakukan isolasi mandiri. Apabila tidak patuh, Aji memersilakan agar warga mau menegur pemudik tersebut.
"Harus ada sanksi sanksinya ya sanksi sosial. Kepada masyarakat melihat dia aktivitas biasa, masyarakat yang harus negur dan memaksa dia untuk pengasingan diri," ungkap Aji.
"Kesadaran RT RW bahwa orang ini ODP orang yang harus dalam pemantauan. Yang mudik ODP. Terutama dari daerah terpapar," imbuh Aji.
Aji menerangkan pihaknya telah melakukan pemantauan di terminal maupun tempat kedatangan lainnya. Namun hasil pemantauan ini dirasa Aji tidak efektif.
"Tidak begitu efektif. Karena jumlahnya (pemudik) sangat banyak. Alat kita terbatas, petugas kita juga terbatas. Maka paling efektif pemantauan RT RW desa setempat," tutur Aji.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya