Di mata adik-adiknya, Soeharto dikenal pelit
Merdeka.com - Mendiang Presiden kedua Republik Indonesia HM Soeharto dikenal loyal pada koleganya. Namun ternyata hal itu tidak semuanya benar. Justru di mata adik-adiknya, sosok Soeharto adalah orang yang pelit soal duit meskipun saat masih menjadi presiden. Paling tidak itulah pengakuan Probosutedjo dan Noto Soewito yang pernah menjadi Lurah Argomulyo, Bantul.
Dalam buku Off The Record karya Suryadi AP, wartawan pernah menanyakan perihal sosok Soeharto yang sudah lengser kepada adiknya yakni Lurah Noto.
"Pak Harto bukan sosok yang mudah memberikan uang kepada sanak keluarga. Selama jadi presiden baru sekali dia (Soeharto) memberi uang, yakni pada tahun 1984, dengan jumlah Rp 17 juta. Uang itu bukan untuk saya pribadi tetapi sumbangan untuk membangun jalan desa ini," ujar Noto dalam buku Off The Record halaman 18 terbitan PT Hanindita Graha Widya, Yogyakarta.
Probosutedjo juga menambahkan hal yang sama mengenai sosok Soeharto soal materi. Menurut mantan guru Taman Siswa itu, Soeharto adalah sosok yang agak pelit kalau sudah berurusan dengan duit.
"Ya nuwun sewu, Pak Harto itu agak pelit. Pernah suatu hari berkunjung ke desa ini Pak Harto membagi-bagikan uang Rp 5.000-an. Saya kaget dan berpikir uang Rp 5.000 dapat apa? Lalu saya tambahi dari dompet pribadi sehingga masing-masing warga desa dapat Rp 15 ribu," ujar Probosutedjo.
"Sebelum Pak Harto jadi Presiden saya sudah jadi orang bisnis, wajar kalau punya uang," ujar Probo.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya