Detik-Detik Pembunuhan Mayat Mutilasi 65 Potongan Tubuh di Pacet Mojokerto

Ihram mengatakan keduanya telah menjalin kasih selama tiga tahun.

Diankurniawan123
Oleh Diankurniawan123 - Reporter
Detik-Detik Pembunuhan Mayat Mutilasi 65 Potongan Tubuh di Pacet Mojokerto
Detik-Detik Pembunuhan Mayat Mutilasi 65 Potongan Tubuh di Pacet Mojokerto (Merdeka.com)

Alvi Maulana, pria 24 tahun ini tega membunuh bahkan memutilasi Tiara Angelina Saraswati di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Padahal, keduanya telah tinggal bersama dalam satu indekos walaupun belum ada ikatan resmi.

Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto mengungkapkan pelaku berasal dari Sumatera dan memiliki latar belakang sebagai tukang jagal hewan. Sementara itu, korban yang berinisial TAS (25) berasal dari Lamongan.

Ihram mengatakan keduanya telah menjalin kasih selama tiga tahun. Kepada penyidik, pelaku klaim kesal karena korban kerap hidup hedonis.

"Pelaku merasa kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi dan gaya hidup korban yang cenderung hedonis, seperti permintaan untuk selalu mendapatkan ponsel baru," ungkap Ihram, Senin (8/9).

Hubungan antara pelaku dan korban sering kali diwarnai dengan perselisihan. Pada malam insiden, pelaku tidak dapat memasuki Indekos karena pintu dikunci oleh korban.

"Setelah menunggu selama satu jam, korban akhirnya membuka pintu. Namun, setelah itu, kembali terjadi pertengkaran, dan korban naik ke lantai atas, diikuti oleh pelaku," tambahnya.

"Dalam keadaan marah, pelaku mengambil pisau dan menusukkannya ke leher korban hingga menyebabkan kematian. Setelah itu, pelaku memutilasi tubuh korban di kamar mandi indekos," ungkap Ihram.

Kronologi

Ihram membeberkan kronologi penemuan potongan tubuh korban. Pertama kali ditemukan seorang petani yang sedang berkebun. Saat itu, saksi menemukan potongan kaki manusia dan segera melaporkan temuannya kepada Polsek Pacet.

"Selanjutnya tim bergerak dengan cepat yang tentunya tim ini merupakan tim yang sangat mahir terampil dan berkelas di bidangnya," ujarnya.

Selanjutnya, Polres Mojokerto langsung berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur serta melibatkan relawan dan masyarakat setempat untuk mencari bagian tubuh lainnya.

"Karena informasi beberapa waktu yang lalu juga ditemukan serpihan rambut," ucapnya. Kemudian, dengan bantuan anjing pelacak, tim berhasil menemukan bagian tubuh korban yang lainnya.

Setelah melakukan pendalaman terhadap salah satu bagian tubuh korban, pihaknya mampu mengidentifikasi terduga korban.

"Setelah kita datang ke alamat korban bahwa benar orang tuanya mengatakan tersebut. Selanjutnya dengan teknologi dan pengembangan yang kami lakukan tentunya dari digital forensik, kita bisa mengejar terduga pelaku yang saat itu sedang berada di salah satu kos-kosan di wilayah Surabaya," ujarnya.

Penangkapan Pelaku

Penggerebekan dilakukan setelah beberapa bagian tubuh korban yang dipotong menjadi kepingan-kepingan seperti potongan daging yang akan dimasak.

"Kemudian kami temukan juga beberapa serpihan tulang-tulang yang cukup banyak, bahkan sampai ratusan serpihan tulang, yang selanjutnya kami lakukan pendalaman bahwa benar yang bersangkutan melakukan kegiatan mutilasi terhadap korban," ucapnya.

Rekomendasi